Hardiknas 2021, JSIT Berkomitmen Terus Perjuangkan Dunia Pendidikan

Senin, 03 Mei 2021 - 02:06 WIB
loading...
Hardiknas 2021, JSIT...
JSIT Indonesia memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian dan kinerja yang telah dilakukan Kemendikbud pada Hardiknas 2021, Minggu (2/5/2021). Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian dan kinerja yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Hardiknas, PB PGRI: Pencapaian Pendidikan Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Ketua Umum JSIT Indonesia, Mohammad Zahri mengatakan, apa yang sudah dilakukan Kemendikbud, dengan berbagai program dan langkahnya untuk memajukan Pendidikan di Indonesia perlu diapresiasi.

"Siapa pun pasti menginginkan Pendidikan di negeri yang kita cintai ini menjadi lebih baik. Termasuk Kemendikbud sejak menteri pendidikan zaman orda baru, hingga mas menteri pendidikan yang saat ini, diyakini sudah membuat berbagai program dan langkah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tercantum dalam UUD 1945," kata Zahri.

Baca juga: Peringatan Hardiknas, Jokowi: Pendidikan Harus Memerdekakan Rakyat

Menurut Zahri, melalui tujuan itu, semua stakeholder pendidikan baik di tingkat Kementerian, Dinas Pendidikan Propinsi dan Kota Kabupaten, perguruan tinggi, sekolah, guru hingga wali murid, terus bersinergi, bahu membahu, mengerahkan segala pikiran dan tenaga untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

"Hasilnya seperti yang kita bersama hari ini, SDM bangsa Indonesia semakin unggul sehingga dapat memacu berbagai sektor kehidupan bangsa dan negara bergerak lebih maju. Apakah cukup sampai disini?, tentu saja tidak. Upaya Apalagi yang harus dilakukan?" papar Zahri.

Baca juga: Peringati Hardiknas, Firli Bahuri: Kebodohan Akar Kemiskinan dan Kemaksiatan

Pria asal Surabaya ini menambahkan, untuk mewujudkan pelajar dan peserta didik yang berkualitas sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang diharapkan pendiri bangsa, Kemendikbud juga telah mencanangkan Profil Pelajar Pancasila dimana di dalamnya memuat karakter beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotongroyong, dan berkebhinekaan global.

Kata dia, sudah sejak dulu hingga kini mata pelajaran seperti PKn, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, ekstrakurikuler Pramuka wajib ada dijenjang SD, SMP, SMA, bahkan hingga ke perguruan tinggi. Hal ini terbukti ampuh mempertahankan NKRI, walaupun berbagai tantangan datang silih berganti.

"Pemerintah melalui Kemdikbud telah berjuang untuk mewujudkan amanat Pasal 31 UUD 1945 melalui berbagai macam kebijakan pendidikan di semua level. dengan tentunya menghasilkan berbagai kebijakan. Kebijakan tersebut yang menjadi dasar bagi semua Warga Negara Indonesia untuk tentunya mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak, dengan biaya dan anggaran yang disediakan Pemerintah sebagai pemangku kebijakan," jelasnya.

Dijelaskan Zahri, bergantinya nama Kementerian, mulai dari Menteri Pengajaran sejak awal dipimpin oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) saat ini yang dipimpin Menteri Nadiem Makarim, dengan berbagai bentuk dan kompetensinya masing-masing.

"Pergantian menteri pendidikan dengan latar belakang kompetensi yang berbeda-beda, juga bagian dari ikhtiar untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Berbagai konsep dan kebijakan pendidikan telah dilakukan dengan baik sesuai periode dan masa kepemimpinannya. Bagaimana hasilnya? dan upaya apa yang harus dilakukan?" ungkapnya.

Menurutnya, pergantian bentuk dan nama Kementerian juga menyesuaikan pada bergantinya kurikulum pendidikan, model implementasi mulai RSBI, akselerasi, pendidikan vokasi, serta sekolah rujukan.

"Disamping itu, berbagai program mulai Akreditasi Nasional dan Internasional, Sertifikasi Guru atau Tenaga Pendidik, Diklat atau Training Tenaga Pengajar, Pelatih Ahli, Organisasi Penggerak dan Guru Penggerak, Beasiswa Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi, Bidik Misi bahkan untuk mengakses pendidikan di daerah terpencil Kemendikbud mencanangkan Program 3 T untuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar. Lalu, upaya apa yang harus dilakukan?" urai Zahri.

Zahri melanjutkan, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas saat ini Kemendikbud Ristek membuat sebuah Peta Jalan Pendidikan Nasional guna mewujudkan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

"Setiap program dan kebijakan telah menambah kemajuan dibidang pendidikan dari masa ke masa, dan sudah banyak hal yang telah dicapai dalam setiap dekade waktu tersebut. Apakah ini telah mencerminkan bahwa cita-cita kemerdekaan dibidang pendidikan telah tercapai? Tentu saja belum," ujarnya.

"Karena hingga hari ini Indonesia masih tergolong sebagai negara berkembang, belum menjadi suatu negara maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah mencapainya. Untuk itu pada semua pihak, mari teruslah berjuang," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Azril Bocah Cemong yang...
Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek...
Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Teknologi, dan Inovasi
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Rekomendasi
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved