Ini Kebijakan Universitas Brawijaya untuk Perkuliahan Semester Baru
Rabu, 05 Mei 2021 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
“Rencananya untuk semester depan yang sudah pasti adalah untuk angkatan 2020. Karena menurut kami sejak mereka menjadi mahasiswa baru satu tahun lalu. Mereka belum pernah mengenal siapa dosennya dan bagaimana kampusnya,” katanya.
Profesor bidang Ilmu Biokimia tersebut menambahkan jika pembelajaran dilakukan luring harus memenuhi protokol kesehatan seperti menyediakan wastafel, menggunakan masker, duduk berjarak satu meter, dan menggunakan ruangan yang mempunyai sirkulasi udara bagus. Diatur Rencana Pembelajaran Semester (RPS) bagian apa saja yang akan didaringkan dan diluringkan.
Pakar Kebijakan Publik Prof.Dr.Bambang Supriyono, M.S. mengatakan ada tiga hal yang menjadi pertimbangan ketika kebijakan tatap muka akan dijalankan. Pertama dukungan infrastruktur, aspek socio cultural, dan kemampuan struktur kebijakan bisa diterjemahkan sampai tingkat operasional.
Baca juga: Paling Diminati Mahasiswa Baru, Ini Keunggulan Prodi Agribisnis IPB University
“Dalam dukungan infrastruktur dari sisi teknologi dan ruang kelas yang ada di UB semua sudah terpenuhi. Dari aspek socio cultural juga harus melihat bagaimana tingkat penerimaan masyarakat terhadap kebijakan luring yang dilakukan. Dan terakhir pimpinan harus mampu memberikan himbauan kepada mahasiswa bahwa protokol kesehatan harus dipatuhi tidak hanya di kampus saja tapi juga ketika berada di tempat kos,” ucap Dekan FIA tersebut.
Profesor bidang Ilmu Biokimia tersebut menambahkan jika pembelajaran dilakukan luring harus memenuhi protokol kesehatan seperti menyediakan wastafel, menggunakan masker, duduk berjarak satu meter, dan menggunakan ruangan yang mempunyai sirkulasi udara bagus. Diatur Rencana Pembelajaran Semester (RPS) bagian apa saja yang akan didaringkan dan diluringkan.
Pakar Kebijakan Publik Prof.Dr.Bambang Supriyono, M.S. mengatakan ada tiga hal yang menjadi pertimbangan ketika kebijakan tatap muka akan dijalankan. Pertama dukungan infrastruktur, aspek socio cultural, dan kemampuan struktur kebijakan bisa diterjemahkan sampai tingkat operasional.
Baca juga: Paling Diminati Mahasiswa Baru, Ini Keunggulan Prodi Agribisnis IPB University
“Dalam dukungan infrastruktur dari sisi teknologi dan ruang kelas yang ada di UB semua sudah terpenuhi. Dari aspek socio cultural juga harus melihat bagaimana tingkat penerimaan masyarakat terhadap kebijakan luring yang dilakukan. Dan terakhir pimpinan harus mampu memberikan himbauan kepada mahasiswa bahwa protokol kesehatan harus dipatuhi tidak hanya di kampus saja tapi juga ketika berada di tempat kos,” ucap Dekan FIA tersebut.
(mpw)
Lihat Juga :