Inovasi Keren! Tim Mahasiswa ITS Ubah Ampas Tebu Menjadi Biobriket

Minggu, 09 Mei 2021 - 06:23 WIB
loading...
Inovasi Keren! Tim Mahasiswa...
(dari kiri) Dicka Tama Putra, Zakiyah Nur Rafifah, dan Fat’hul Mubin Gufron memamerkan biobriket dari bagasse dan limbah blothong yang berhasil meraih penghargaan. Foto/Dok ITS
A A A
JAKARTA - Kondisi lingkungan di sekitar industri pengolahan tebu semakin memburuk karena banyaknya bagasse atau ampas tebu dan limbah blothong yang dibiarkan begitu saja. Hal tersebut mendorong 3 mahasiswa ITS membuat inovasi biobriket berbahan dasar bagasse dan limbah blothong dengan tambahan kulit singkong.

Ketiganya adalah Zakiyah Nur Rafifah, Dicka Tama Putra, dan Fat’hul Mubin Gufron yang semuanya merupakan mahasiswa baru di ITS . Meskipun dari departemen yang berbeda, mereka berhasil mengembangkan inovasi biobriket ini hanya dengan memanfaatkan limbah di sekitar, tetapi sangat bermanfaat untuk masyarakat dan alam karena murah dan ramah lingkungan.

Baca juga: Begini Cara Daftar Beasiswa Kemendikbud untuk Kuliah Jenjang S1, S2 dan S3

“Prinsip pembuatan biobriket dari bahan limbah ini tidaklah terlalu sulit karena hanya memiliki beberapa tahap,” jelas Zakiyah melalui siaran pers, Jumat (7/5/2021)

Ia menambahkan bahwa tahapan tersebut adalah pembuatan adonan, pencetakan adonan, dan pengeringan adonan sehingga menjadi briket siap pakai. Hal terpenting pada pembuatan biobriket ini adalah mengurangi kadar air bahan dasar briket dengan cara dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Jika sudah, nantinya bahan dasar tersebut baru dapat digunakan untuk menjadi adonan dengan cara ditumbuk dan diberikan perekat. Tidak kalah pentingnya, pemampatan juga merupakan bagian yang sangat penting karena menyangkut kualitas kepadatan biobriket.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Reguler LPDP Telah Dibuka, Cek Syaratnya

Semakin padat biobriket yang dihasilkan, semakin tinggi tingkat daya nyala api yang dihasilkan. Menurutnya, langkah pembuatan biobriket ini dapat ditiru oleh masyarakat umum.

Zakiyah juga mengungkapkan alasan timnya menggunakan bagasse dan limbah blothong sebagai bahan dasar biobriket selain karena alasan lingkungan. Hasil analisisnya bersama tim menyatakan bahwa bagasse memiliki karakteristik mudah terbakar, memiliki kandungan air, gula, serat, dan mikroba yang dapat melepaskan panas akibat fermentasi.

“Penambahan kulit singkong membuat biobriket semakin rendah kadar airnya sehingga dapat mengefisienkan pembakaran,” ungkap ketua tim tersebut.

Hebatnya, tim ini hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menghasilkan inovasi biobriket tersebut hingga akhirnya berhasil mendapatkan perunggu dalam ajang Smart Innovation and Ideas for Indonesia Transformation in Pandemic Era. Dalam waktu yang cukup singkat tersebut, mereka mengumpulkan, mempelajari, dan mengembangkan jurnal terdahulu sehingga tercipta inovasi biobriket ini.

Namun, menurut Zakiyah, pengembangan inovasi biobriket ini masih bisa lebih dioptimalkan lagi. Ia juga mengungkapkan harapannya secara pribadi agar inovasi timnya tersebut bisa mendapatkan pendanaan yang cukup untuk mewujudkannya menjadi nyata. “Diharapkan juga inovasi ini dapat digunakan demi kelangsungan kehidupan yang lebih baik,” tutupnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Rekomendasi
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Berita Terkini
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved