Pakar Teknik Kimia ITB Ini Ciptakan Teknologi Pengelolaan Sampah Organik
Senin, 17 Mei 2021 - 12:37 WIB
loading...
Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dosen KK Perancangan Produk Teknik Kimia ITB Ir Akhmad Zainal Abidin dan tim membuat teknologi Manajemen Sampah Zero (Masaro) untuk mengatasi sampah organic yang merupakan penyumbang komponen sampah terbesar.
Teknologi Masaro merupakan pelatihan pengelolaan sampah menghasilkan zero waste, dengan mengubah paradigma mengenai sampah yang awalnya hanya sebatas cost center (kumpul – angkut – buang) menjadi profit center (pilah – angkut – proses – jual).
Baca juga: Begini Cara Daftar Beasiswa Prestasi Talenta S1 Kemendikbudristek
“Sampah dapat dimanfaat dan menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Sampah yang tercampur aduk itu beban,tetapi sampah yang terpilah adalah aset” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi ITB di itb.ac.id, Senin (17/5/2021).
Terdapat lima prinsip penerapan Teknologi Masaro. Diawali dengan pemilahan sampah di sumber, pengolahan sampah di dekat sumber, melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan industri, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan pembuatan manajemen untuk program sustainability.
Teknologi Masaro membagi sampah dari masyarakat menjadi lima kategori yaitu sampah membusuk, sampah plastik film, sampah waste to energy (WTE), sampah daur ulang, dan sampah B2 (bahan berbahaya). Masing-masing jenis sampah diolah sesuai dengan prosesnya masing-masing untuk menghasilkan produk yang memiliki value added.
Baca juga: Kemendikbudristek Perkuat Mutu Dosen Melalui Beasiswa Gelar dan Non Gelar
Teknologi Masaro merupakan pelatihan pengelolaan sampah menghasilkan zero waste, dengan mengubah paradigma mengenai sampah yang awalnya hanya sebatas cost center (kumpul – angkut – buang) menjadi profit center (pilah – angkut – proses – jual).
Baca juga: Begini Cara Daftar Beasiswa Prestasi Talenta S1 Kemendikbudristek
“Sampah dapat dimanfaat dan menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Sampah yang tercampur aduk itu beban,tetapi sampah yang terpilah adalah aset” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi ITB di itb.ac.id, Senin (17/5/2021).
Terdapat lima prinsip penerapan Teknologi Masaro. Diawali dengan pemilahan sampah di sumber, pengolahan sampah di dekat sumber, melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan industri, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan pembuatan manajemen untuk program sustainability.
Teknologi Masaro membagi sampah dari masyarakat menjadi lima kategori yaitu sampah membusuk, sampah plastik film, sampah waste to energy (WTE), sampah daur ulang, dan sampah B2 (bahan berbahaya). Masing-masing jenis sampah diolah sesuai dengan prosesnya masing-masing untuk menghasilkan produk yang memiliki value added.
Baca juga: Kemendikbudristek Perkuat Mutu Dosen Melalui Beasiswa Gelar dan Non Gelar
Lihat Juga :