Shahnawaz Backer: Begini Cara Kerja Peretas dalam Membobol Sistem Keamanan Siber

Senin, 07 Juni 2021 - 13:22 WIB
loading...
Shahnawaz Backer: Begini...
Shahnawaz Backer, Penasihat Keamanan Utama (Principal Security Advisor) dari F5 Labs, dalam webinar yang digelar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI). Foto/Dok/Humas ITB
A A A
JAKARTA - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) menyelenggarakan webinar terbatas bersama Shahnawaz Backer, Penasihat Keamanan Utama (Principal Security Advisor) dari F5 Labs. F5 Labs—yang juga dikenal sebagai F5 Inc.—merupakan perusahaan yang menangani khusus jaringan pengiriman aplikasi (ADN) dan keamanan aplikasi. Beberapa anak perusahaan F5 adalah BIG-IP, NGINX, dan Shape Security, yang cukup populer bagi para pegiat keamanan siber.

"Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kita menyadari bahwa keamanan siber bukan merupakan sesuatu yang dapat kita abaikan begitu saja. Sebagai pengguna gawai harian, kita sering melakukan log masuk (login) pada platform tertentu. Fitur seperti CAPTCHA dan one-time password (OTP) authentication merupakan beberapa upaya sistem keamanan platform untuk melindungi data pengguna. Walau demikian, kita tidak sepenuhnya aman dari para peretas," kata Shahnawaz Backer dalam webinar STIE, seperti dilansir dalam laman resmi ITB, Senin (7/6/2021).



Menurut Backer, fitur CAPTCHA sudah dapat dikatakan kurang efektif lagi karena telah ada program lain yang dapat “mengalahkan” CAPTCHA tersebut secara otomatis. Program ini mengimplementasikan pembelajaran mesin (machine learning) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam algoritmanya. Meski begitu, Backer tidak menutup kemungkinan bahwa fitur ini bisa saja efektif jika ada seseorang yang membuat algoritmanya lebih susah untuk dikalahkan peretas.

Di sisi lain, fitur OTP lebih sukar ditembus oleh peretas. Namun, Backer mengatakan bahwa pada keadaan tertentu dan dengan strategi tertentu, fitur OTP juga dapat ditaklukkan. Jika diperhatikan, beberapa aplikasi sering meminta OTP ketika kita melakukan login pada perangkat baru. OTP biasanya hanya diminta satu kali pada kasus ini. Hal ini berbeda dengan sistem keamanan dengan pola lain, misalnya sistem keamanan yang mengharuskan kita untuk memasukkan OTP setiap kali kita melakukan suatu perintah tertentu.

Backer menjelaskan, untuk mengalahkan sistem yang seperti ini, peretas dapat seolah-olah membuat perangkatnya menjadi perangkat target. Dengan kata lain, peretas menyimulasikan (emulate) perangkat korban di perangkatnya. Hal ini dilakukan oleh peretas setelah target menerima malware dari peretas. "Malware akan mengambil data-data seperti data aktivitas pengguna dan data lain yang diperlukan. Data ini akan diunggah ke awan (cloud) sehingga peretas dapat mengunduh informasi yang diambil oleh malware tersebut," terangnya.



Lebih jauh, Backer juga menerangkan bahwa data pengguna yang bocor ini dapat disalahgunakan oleh peretas, misalnya menjual data pada marketplace. Peretas juga dapat menyalahgunakan data pengguna untuk kepentingan pribadinya.

Walau begitu, meretas bukanlah suatu hal yang mudah karena sistem keamanan dibuat dengan proteksi berlapis. Selain yang telah disebutkan, sistem keamanan biasanya menerapkan algoritma hashing satu arah pada kata sandi sehingga satu-satunya cara untuk membobolnya adalah dengan melakukan reverse engineering.

Pada akhir webinar, Backer membagikan strategi, hal-hal yang perlu diperhatikan, dan alat-alat yang dapat digunakan oleh insinyur sistem keamanan untuk meningkatkan proteksi terhadap data-data pengguna. Sebagai pengguna, beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah membuat kata sandi dengan banyak karakter unik dan mengganti kata sandi secara berkala.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
11 Prodi ITB Terbaik...
11 Prodi ITB Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2025, Pilihan Teratas untuk SNBT
5 Fakultas/Sekolah ITB...
5 Fakultas/Sekolah ITB dengan Persaingan Tertinggi, Siap Daftar di SNBT 2025?
Ini 5 Fakultas/Sekolah...
Ini 5 Fakultas/Sekolah ITB dengan Keketatan Tertinggi pada SNBT 2025, Tertarik?
Riwayat Pendidikan Ridwan...
Riwayat Pendidikan Ridwan Kamil, dari SD Hingga Meraih Gelar Master dari Universitas California
5 Wakil Rektor ITB Periode...
5 Wakil Rektor ITB Periode 2025-2030 yang Dilantik Pekan Lalu
Pendaftaran Beasiswa...
Pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia 2025 Dibuka, Simak Persyaratannya
5 Universitas Terbaik...
5 Universitas Terbaik di Bandung 2024. Nomor Satu Kampus Riset Kelas Dunia
Profil Prof Tatacipta...
Profil Prof Tatacipta Dirgantara, Rektor Terpilih ITB Periode 2025-2030
Prof Tatacipta Dirgantara...
Prof Tatacipta Dirgantara Terpilih Jadi Rektor ITB 2025-2030, Ini Riwayat Pendidikannya
Rekomendasi
Menilik Alasan di Balik...
Menilik Alasan di Balik Trump Terapkan Tarif Impor 32% ke Indonesia
Antisipasi Macet di...
Antisipasi Macet di Pantura, Polresta Cirebon Tongkrongi Titik Rawan Macet
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
Polres Pelabuhan Tanjung...
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Patroli Siang dan Malam Antisipasi Tindak Kejahatan
Prabowo Melayat Uskup...
Prabowo Melayat Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang di Gereja Katedral
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
Berita Terkini
Jejak Pendidikan Giorgio...
Jejak Pendidikan Giorgio Chiellini, Legenda Juventus yang Punya Gelar S2 dari Universitas Turin
11 jam yang lalu
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
20 jam yang lalu
Jurusan D3 dan D4 Paling...
Jurusan D3 dan D4 Paling Diminati di SNBT 2024, Politeknik Mana Paling Unggul?
1 hari yang lalu
Jadwal Pencairan KJP...
Jadwal Pencairan KJP Plus Bulan April 2025, Orang Tua Simak Ya
1 hari yang lalu
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan...
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan dari Ketentuan SPMB 2025
2 hari yang lalu
SPMB 2025 Dibuka Mei,...
SPMB 2025 Dibuka Mei, Ini Jadwal Resmi Pengganti PPDB dari Kemendikdasmen
2 hari yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved