Keren, MAN 1 Kudus Raih Juara di Ajang International Genius Olympiad di USA
Senin, 14 Juni 2021 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
Indra menjelaskan, ide riset ini bermula dari tingginya konsumsi beras di Indonesia, tetapi belum diimbangi produksi beras dalam negeri. BABL-CAF diformulasikan sebagai produk beras sehat masa kini. "Beras analog tersebut dibuat dari tepung mocaf, biji lamun, dan latoh yang belum dimanfaatkan secara maksimal," jelasnya, Senin (14/6/2021).
Kombinasi mocaf, biji lamun dan latoh yang kaya akan atioksidan dan rendah glukosa, kata Indra, mampu menghasilkan beras dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding beras konvensional, sehingga baik dikonsumsi untuk penderita diabetes.
Nurul Khotimah selaku guru pembimbing menambahkan, pembuatan produk beras analog ini dilakukan di UPT Techno Park, Kabupaten Grobogan. "Alhamdulillah, berkat kerjasama dan fasilitas yang diberikan dari UPT Techno Park Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan, sebuah kawasan pengembangan inovasi teknologi pangan, proyek beras analog ini berhasil diproduksi," terangnya.
Kepala MAN 1 Kudus Suhamto bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian prestasi internasional ini. Dia berharap capaian ini menambah motivasi seluruh civitas akademika untuk tetap berprestasi, meskipun kondisi pandemik.
"Masih ada satu event lomba riset Internasional berikutnya yaitu “Mostratec” di Brazil. Semoga tim MAN 1 Kudus dapat meraih hasil yang membanggakan," harapnya.
Kombinasi mocaf, biji lamun dan latoh yang kaya akan atioksidan dan rendah glukosa, kata Indra, mampu menghasilkan beras dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding beras konvensional, sehingga baik dikonsumsi untuk penderita diabetes.
Nurul Khotimah selaku guru pembimbing menambahkan, pembuatan produk beras analog ini dilakukan di UPT Techno Park, Kabupaten Grobogan. "Alhamdulillah, berkat kerjasama dan fasilitas yang diberikan dari UPT Techno Park Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan, sebuah kawasan pengembangan inovasi teknologi pangan, proyek beras analog ini berhasil diproduksi," terangnya.
Kepala MAN 1 Kudus Suhamto bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian prestasi internasional ini. Dia berharap capaian ini menambah motivasi seluruh civitas akademika untuk tetap berprestasi, meskipun kondisi pandemik.
"Masih ada satu event lomba riset Internasional berikutnya yaitu “Mostratec” di Brazil. Semoga tim MAN 1 Kudus dapat meraih hasil yang membanggakan," harapnya.
(mpw)
Lihat Juga :