Komisi X DPR Minta Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Rabu, 23 Juni 2021 - 19:16 WIB
loading...
Sejumlah siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pada Senin (21/6/2021) lalu memecahkan rekor kasus harian selama pandemi Covid-19 dengan sebaran tertinggi di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Tumur, dan Riau.
Terkait terjadinya lonjakan kasus tersebut, Anggota Komisi X DPR Himmatul Aliyah berharap agar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dihentikan sementara di provinsi-provinsi dengan penambahan kasus tertinggi.
Baca juga: Info Penting Buat Orang Tua, Mengenal Konsep dan Jalur Masuk PPDB 2021
"Saya juga mengharapkan pemerintah daerah di provinsi-provinsi tersebut meninjau ulang pelaksanaan PTM terbatas yang rencananya diadakan pada tahun ajaran baru Juli 2021," kata Himmatul kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).
Menurut politikus Partai Gerindra ini, memaksakan penyelenggaraan PTM terbatas saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 dapat mengancam kesehatan dan keselamatan guru dan siswa.
"Padahal, ketentuan dalam SKB Empat Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 menyebutkan bahwa proses pembelajaran selama Covid-19 harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan," ujarnya.
Baca juga: Banyak Siswa Terpapar Covid-19, Kota Depok Bakal Tunda Sekolah Tatap Muka
Terkait terjadinya lonjakan kasus tersebut, Anggota Komisi X DPR Himmatul Aliyah berharap agar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dihentikan sementara di provinsi-provinsi dengan penambahan kasus tertinggi.
Baca juga: Info Penting Buat Orang Tua, Mengenal Konsep dan Jalur Masuk PPDB 2021
"Saya juga mengharapkan pemerintah daerah di provinsi-provinsi tersebut meninjau ulang pelaksanaan PTM terbatas yang rencananya diadakan pada tahun ajaran baru Juli 2021," kata Himmatul kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).
Menurut politikus Partai Gerindra ini, memaksakan penyelenggaraan PTM terbatas saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 dapat mengancam kesehatan dan keselamatan guru dan siswa.
"Padahal, ketentuan dalam SKB Empat Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 menyebutkan bahwa proses pembelajaran selama Covid-19 harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan," ujarnya.
Baca juga: Banyak Siswa Terpapar Covid-19, Kota Depok Bakal Tunda Sekolah Tatap Muka
Lihat Juga :