4 Mahasiswa ITS Kembangkan Aplikasi Jasa Pengolahan Data
Rabu, 30 Juni 2021 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
“Selain itu, kami juga memiliki fitur home service. Dengan fitur tersebut pengguna dapat mencari statistisi terdekat sehingga bisa didatangi secara langsung,” paparnya.
Baca juga: Keren, Pelajar Indonesia Borong 4 Medali pada Olimpiade Informatika Internasional
Berbicara mengenai sejarah nama ANORA, mahasiswi asal Tuban ini mengungkapkan bahwa nama ANORA terinspirasi dari anova, sebuah metode khusus analisis statistik yang banyak digunakan dalam penelitian eksperimen. “Agar lebih menarik, kami ubah sedikit menjadi ANORA,” bebernya.
Meski bekerja bersama, imbuh Wardah, keempat founder ANORA memiliki peran masing-masing. Sebagai CEFO, dirinya bertugas di bagian keuangan dan bertindak sebagai manajer. Sedangkan Nanda Novenia Shinta Hapsari berperan sebagai Chief Marketing Officer (CMO) yang bertugas dalam bidang strategi digital marketing.
Selanjutnya Andrea Ernest sebagai Chief Human Resouce Officer (CHRO) bertugas merumuskan dan melaksanakan strategi human resource sesuai dengan rencana strategis perusahaan, termasuk membuat kontrak dan berkomunikasi dengan mitra. Terakhir Mery Yulinda Rahmi sebagai Chief Technology Officer (CTO) yang bekerja di bidang pengembangan teknologi.
Berkat gagasan cemerlangnya ini, Tim ANORA ITS ini telah berhasil melalang di berbagai kompetisi. Di antaranya adalah ITS Youth Technopreneur (IYT), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga baru-baru ini mereka berhasil lolos didanai dalam program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) 2021. “Di ASMI kami tidak memiliki persiapan khusus, hanya saja memperbaiki dan mempersiapkan pitch deck terbaik,” ujarnya.
Baca juga: Keren, Pelajar Indonesia Borong 4 Medali pada Olimpiade Informatika Internasional
Berbicara mengenai sejarah nama ANORA, mahasiswi asal Tuban ini mengungkapkan bahwa nama ANORA terinspirasi dari anova, sebuah metode khusus analisis statistik yang banyak digunakan dalam penelitian eksperimen. “Agar lebih menarik, kami ubah sedikit menjadi ANORA,” bebernya.
Meski bekerja bersama, imbuh Wardah, keempat founder ANORA memiliki peran masing-masing. Sebagai CEFO, dirinya bertugas di bagian keuangan dan bertindak sebagai manajer. Sedangkan Nanda Novenia Shinta Hapsari berperan sebagai Chief Marketing Officer (CMO) yang bertugas dalam bidang strategi digital marketing.
Selanjutnya Andrea Ernest sebagai Chief Human Resouce Officer (CHRO) bertugas merumuskan dan melaksanakan strategi human resource sesuai dengan rencana strategis perusahaan, termasuk membuat kontrak dan berkomunikasi dengan mitra. Terakhir Mery Yulinda Rahmi sebagai Chief Technology Officer (CTO) yang bekerja di bidang pengembangan teknologi.
Berkat gagasan cemerlangnya ini, Tim ANORA ITS ini telah berhasil melalang di berbagai kompetisi. Di antaranya adalah ITS Youth Technopreneur (IYT), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga baru-baru ini mereka berhasil lolos didanai dalam program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) 2021. “Di ASMI kami tidak memiliki persiapan khusus, hanya saja memperbaiki dan mempersiapkan pitch deck terbaik,” ujarnya.
Lihat Juga :