Respons Kemajuan Teknologi, RMI-AWS Kolaborasi Cetak Talenta Digital Para Santri
Minggu, 11 Juli 2021 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
Abdul Ghaffar mengatakan, output dengan diberikannya materi-materi dari program ini adalah agar supaya santri dapat mengenal dasar dari teknologi cloud computing. Kemudian para santri juga didorong agar belajar secara mandiri dengan fasilitas yang sudah diberikan baik berupa laptop maupun akses gratis melalui AWS educate tentang teknologi cloud computing.
Baca juga: KemenPAN-RB Buka 83 Formasi CASN untuk Lulusan D3 dan S1
Harapannya, lanjut dia, program ini memberi manfaat kepada santri khususnya dan untuk pesantren dan umat Islam pada umumnya dalam pemanfaatan teknologi. Target dari program ini adalah santri mampu membuat website secara mandiri, website untuk informasi, pengembangan dakwah dan publikasi ilmu-ilmu khas pesantren dan dalam jangka panjang santri dapat berkontribusi lebih luas dalam industri startup di Indonesia.
"Digitalisasi di pesantren untuk saat ini merupakan tuntutan, maka yang harus membangun digital sistem di pesantren, baik jaringan maupun sistem data harus dari santri sendiri bukan orang luar pesantren karena ini terkait dengan keamanan siber. Karena itu, kita perlu serius mempersiapkan para santri memiliki kompetensi esensial yang diperlukan santri di masa mendatang," harapnya.
20 Pesantren peserta dalam program ini di antaranya Pesantren Al-Burdah, Pesantren Aswaja Nusantara, Pesantren Annur Garut, Pesantren Rodlotul Mubtadi’in, Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Pesantren Nuril Anwar Maron, Pesantren Al-Iman, Pesantren Maunah, Pesantren Darussalam Subah, Pesantren Maslakul Huda, Pesantren Qothrotul Falah, Pesantren Al-Badi’iyah, Pesantren Darunnajaah, Pesantren Ekonomi Darul Ukhwah, Pesantren Langitan, Pesantren Darul Ulum Poncol, Pesantren Tremas, Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah, Pesantren Fathurrabbaniy, dan Pesantren Sanam.
Baca juga: KemenPAN-RB Buka 83 Formasi CASN untuk Lulusan D3 dan S1
Harapannya, lanjut dia, program ini memberi manfaat kepada santri khususnya dan untuk pesantren dan umat Islam pada umumnya dalam pemanfaatan teknologi. Target dari program ini adalah santri mampu membuat website secara mandiri, website untuk informasi, pengembangan dakwah dan publikasi ilmu-ilmu khas pesantren dan dalam jangka panjang santri dapat berkontribusi lebih luas dalam industri startup di Indonesia.
"Digitalisasi di pesantren untuk saat ini merupakan tuntutan, maka yang harus membangun digital sistem di pesantren, baik jaringan maupun sistem data harus dari santri sendiri bukan orang luar pesantren karena ini terkait dengan keamanan siber. Karena itu, kita perlu serius mempersiapkan para santri memiliki kompetensi esensial yang diperlukan santri di masa mendatang," harapnya.
20 Pesantren peserta dalam program ini di antaranya Pesantren Al-Burdah, Pesantren Aswaja Nusantara, Pesantren Annur Garut, Pesantren Rodlotul Mubtadi’in, Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Pesantren Nuril Anwar Maron, Pesantren Al-Iman, Pesantren Maunah, Pesantren Darussalam Subah, Pesantren Maslakul Huda, Pesantren Qothrotul Falah, Pesantren Al-Badi’iyah, Pesantren Darunnajaah, Pesantren Ekonomi Darul Ukhwah, Pesantren Langitan, Pesantren Darul Ulum Poncol, Pesantren Tremas, Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah, Pesantren Fathurrabbaniy, dan Pesantren Sanam.
Lihat Juga :