UNS Wujudkan Harmonisasi Perguruan Tinggi Melalui Kampus Benteng Pancasila
Selasa, 13 Juli 2021 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: UB Buka Seleksi Mandiri Program Vokasi Jalur Rapor dan UTBK
Jamal melanjutkan, Pancasila adalah ideologi yang terumuskan sebagai kesatuan proses. Sejak Pidato Soekarno 1 Juni 1945 pada Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) serta Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang menghasilkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga rumusan terakhir pada 18 Agustus 1945.
"Dua fase proses rumusan itu sebagai kesatuan proses, dan fondasi etik kesepakatan bagi seluruh peserta sidang. Sangat pantas kiranya jika Pancasila dan keutuhan NKRI adalah harga mati, karena keduanya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan," ujarnya.
Maka dari itu, Jamal menerangkan, tidak salah kalau para pendiri UNS mencanangkan Kampus UNS merupakan Kampus Benteng Pancasila. Dimana ada keharmonisan kehidupan kampus yang ditandai dengan hidup rukun dan damai secara berdampingan, dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Baca juga: Indonesia Kirim 4 Tim Terbaik ke World Universities Debating Championship 2021
Jamal mencontohkan, UNS memiliki kompleks tempat ibadah yang berdiri berdekatan dalam satu kawasan. Yakni:, Masjid, Pura, Gereja, Vihara dan Klenteng. Kedekatan jarak rumah-rumah ibadah tersebut, ucapnya, ingin menunjukkan dan membuktikan kepada dunia bahwa agama seharusnya menjadi sumber ajaran untuk mewujudkan kerukunan dan perdamaian ketika diamalkan secara benar dan konsisten.
Jamal melanjutkan, Pancasila adalah ideologi yang terumuskan sebagai kesatuan proses. Sejak Pidato Soekarno 1 Juni 1945 pada Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) serta Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang menghasilkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga rumusan terakhir pada 18 Agustus 1945.
"Dua fase proses rumusan itu sebagai kesatuan proses, dan fondasi etik kesepakatan bagi seluruh peserta sidang. Sangat pantas kiranya jika Pancasila dan keutuhan NKRI adalah harga mati, karena keduanya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan," ujarnya.
Maka dari itu, Jamal menerangkan, tidak salah kalau para pendiri UNS mencanangkan Kampus UNS merupakan Kampus Benteng Pancasila. Dimana ada keharmonisan kehidupan kampus yang ditandai dengan hidup rukun dan damai secara berdampingan, dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Baca juga: Indonesia Kirim 4 Tim Terbaik ke World Universities Debating Championship 2021
Jamal mencontohkan, UNS memiliki kompleks tempat ibadah yang berdiri berdekatan dalam satu kawasan. Yakni:, Masjid, Pura, Gereja, Vihara dan Klenteng. Kedekatan jarak rumah-rumah ibadah tersebut, ucapnya, ingin menunjukkan dan membuktikan kepada dunia bahwa agama seharusnya menjadi sumber ajaran untuk mewujudkan kerukunan dan perdamaian ketika diamalkan secara benar dan konsisten.
Lihat Juga :