Sistem Pembelajaran yang Adaptif-Sinergis Kunci Meningkatkan Kualitas Pendidikan Aceh
Rabu, 14 Juli 2021 - 18:31 WIB
loading...
Sejumlah siswa sekolah dasar dari Sekolah Sukma Bangsa mengikuti belajar berkelompok dengan gurunya di halaman sekolah. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Perubahan sistem pembelajaran di masa pandemi berdampak pada kualitas pendidikan di tanah air yang membutuhkan upaya adaptasi lewat berbagai inovasi. Karena itu, diperlukan restrukturisasi sistem dan tata pembelajaran secara sinergis untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini.
"Pekerjaan rumah yang mesti diperhatikan dalam sistem pendidikan yang berubah saat ini adalah learning loss , learning culture, learning adaptation dan learning innovation," kata Ketua Yayasan Sukma Lestari Moerdijat yang juga Wakil Ketua MPR RI dalam webinar bertema 'Membangun Sinergi Demi Mutu Hebat Pendidikan Aceh' dalam rangka peringatan 15 tahun Sekolah Sukma Bangsa, Rabu (14/7/2021).
Baca juga: Dies Natalis Ke-3 SMA Pradita Dirgantara: Mengubah Peradaban Dimulai dari Sektor Pendidikan
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan patut dipersiapkan dengan mempertimbangkan situasi lokal mengingat Indonesia memiliki sumber daya manusia dengan perbedaan suku, agama, bahasa, budaya dan adat istiadat.
Pascabencana dan tsunami Aceh, ujar Rerie, Yayasan Sukma hadir untuk merevitalisasi pendidikan di Aceh dengan mendirikan Sekolah Sukma Bangsa di Pidie, Bireuen dan Lhokseumawe.
Sekolah Sukma Bangsa, ungkap Rerie, menanamkan filosofi school that learns sebagai fondasi pengembangan sekolah. Dalam perkembangannya, tambah Rerie, Sekolah Sukma Bangsa dengan kemampuan inovasinya di setiap periode, merumuskan kurikulum perdamaian dan resolusi konflik berbasis sekolah.
Baca juga: Ini Tips bagi Orang Tua untuk Bangun Motivasi Belajar Anak
"Pekerjaan rumah yang mesti diperhatikan dalam sistem pendidikan yang berubah saat ini adalah learning loss , learning culture, learning adaptation dan learning innovation," kata Ketua Yayasan Sukma Lestari Moerdijat yang juga Wakil Ketua MPR RI dalam webinar bertema 'Membangun Sinergi Demi Mutu Hebat Pendidikan Aceh' dalam rangka peringatan 15 tahun Sekolah Sukma Bangsa, Rabu (14/7/2021).
Baca juga: Dies Natalis Ke-3 SMA Pradita Dirgantara: Mengubah Peradaban Dimulai dari Sektor Pendidikan
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan patut dipersiapkan dengan mempertimbangkan situasi lokal mengingat Indonesia memiliki sumber daya manusia dengan perbedaan suku, agama, bahasa, budaya dan adat istiadat.
Pascabencana dan tsunami Aceh, ujar Rerie, Yayasan Sukma hadir untuk merevitalisasi pendidikan di Aceh dengan mendirikan Sekolah Sukma Bangsa di Pidie, Bireuen dan Lhokseumawe.
Sekolah Sukma Bangsa, ungkap Rerie, menanamkan filosofi school that learns sebagai fondasi pengembangan sekolah. Dalam perkembangannya, tambah Rerie, Sekolah Sukma Bangsa dengan kemampuan inovasinya di setiap periode, merumuskan kurikulum perdamaian dan resolusi konflik berbasis sekolah.
Baca juga: Ini Tips bagi Orang Tua untuk Bangun Motivasi Belajar Anak
Lihat Juga :