Selalu Waspada, Ini Tips Menjalani Isoman dari Dokter RSA UGM
Rabu, 14 Juli 2021 - 23:08 WIB
loading...
Isolasi mandiri menjadi opsi bijak bagi pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketersediaan fasilitas kesehatan menurun akibat adanya lonjakan kasus Covid-19 . Angka ketersediaan kamar, oksigen, serta obat obatan cukup mengkhawatirkan. Saat ini, isolasi mandiri atau kerap kita sebut isoman menjadi opsi bijak bagi pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.
“Hal yang sering terjadi, banyak pasien yang terlambat datang ke rumah sakit. Artinya, mereka sudah terkonfirmasi positif COVID-19 pada beberapa hari yang lalu namun baru datang ke rumah sakit setelah mengalami gejala berat,” tutur dr. Fithri Islamiyah S.R. dari RSA UGM dalam UGM Update Selasa (13/7).
Baca juga: UI Alihfungsikan Asrama Mahasiswa Jadi Lokasi Isoman, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah konsultasi kepada pegawai medis. Yang penting dan perlu diingat bahwa Covid-19 menyerang sistem informasi antar organ sehingga sering terjadi happy hypoxia yang menyebabkan tubuh terasa sehat, namun sebenarnya sistem organ tubuh sudah tidak berfungsi dengan baik.
“Masih banyak ditemukan pasien Covid-19 justru takut untuk konsultasi ke rumah sakit,” imbuh Fithri.
Konsultasi bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh sehingga tindakan yang diberikan akan sesuai. Dengan adanya konsultasi maka pasien terkonfirmasi Covid-19 akan mendapatkan akses pengobatan yang dapat mendukung kondisi tubuh saat isolasi mandiri. Selain itu, pihak rumah sakit dan pegawai kesehatan akan memberikan informasi dan arahan yang tepat ketika melakukan isolasi mandiri.
Baca juga: Dokter Spesialis UGM Ini Jelaskan Teknik Proning untuk Pasien Sesak Nafas
“Hal yang sering terjadi, banyak pasien yang terlambat datang ke rumah sakit. Artinya, mereka sudah terkonfirmasi positif COVID-19 pada beberapa hari yang lalu namun baru datang ke rumah sakit setelah mengalami gejala berat,” tutur dr. Fithri Islamiyah S.R. dari RSA UGM dalam UGM Update Selasa (13/7).
Baca juga: UI Alihfungsikan Asrama Mahasiswa Jadi Lokasi Isoman, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah konsultasi kepada pegawai medis. Yang penting dan perlu diingat bahwa Covid-19 menyerang sistem informasi antar organ sehingga sering terjadi happy hypoxia yang menyebabkan tubuh terasa sehat, namun sebenarnya sistem organ tubuh sudah tidak berfungsi dengan baik.
“Masih banyak ditemukan pasien Covid-19 justru takut untuk konsultasi ke rumah sakit,” imbuh Fithri.
Konsultasi bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh sehingga tindakan yang diberikan akan sesuai. Dengan adanya konsultasi maka pasien terkonfirmasi Covid-19 akan mendapatkan akses pengobatan yang dapat mendukung kondisi tubuh saat isolasi mandiri. Selain itu, pihak rumah sakit dan pegawai kesehatan akan memberikan informasi dan arahan yang tepat ketika melakukan isolasi mandiri.
Baca juga: Dokter Spesialis UGM Ini Jelaskan Teknik Proning untuk Pasien Sesak Nafas
Lihat Juga :