Dosen Psikologi Unair Ini Beri Tips untuk Tangani Stres Saat Pandemi

Jum'at, 16 Juli 2021 - 21:22 WIB
loading...
Dosen Psikologi Unair...
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Tri Kurniati Ambarini, M.Psi., mengajak masyarakat untuk mampu mengelola stres. Foto/Dok/Unair
A A A
JAKARTA - Angka Covid-19 di Indonesia masih juga tinggi. Setiap hari masyarakat menerima kabar-kabar tidak menyenangkan perihal Covid-19, seperti kematian sejawat maupun kerabat. Kabar tidak menyenangkan yang terus berdatangan itu berbarengan pula dengan informasi hoaks yang massif beredar yang justru semakin memperkeruh situasi.

Untuk itu, Tri Kurniati Ambarini, M.Psi., dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) mengajak masyarakat untuk mampu mengelola stres. Melalui webinar series dia mengajak masyarakat untuk sama-sama mengelola stres dan menghadapi kecemasan.

Baca juga: Singkirkan 195 Kontestan, Tim Mahasiswa FTUI Raih Juara Inovasi Terbaik Astra

Dosen yang yang ahli bidang klinis dan kesehatan mental itu mengawali webinar dengan memberikan survey kepada audiens. Hasilnya, rata-rata peserta menuliskan gejala stres yang mereka alami saat pandemi berupa pusing dan cemas. Sementara stresor atau stimulus yang memicu stres yang dialami peserta yaitu pekerjaan.

Rini lantas meninjau hasil survey tersebut. Ia mengatakan bahwa pada usia produktif, stressor yang dialami seseorang cenderung bermula dari pekerjaan karena menurutnya, pekerjaan sangat menyita waktu dan tenaga.

Rini kemudian memberikan tips untuk seseorang yang mengalami stres. Pertama, menenangkan. Kedua, mengalihkan perhatian untuk sementara atau membantu menoleransi kesulitan atau kesusahan.

Baca juga: Ini Cerita Thaariq dan Latief, 2 Vaksinator Muda UNS yang Menginspirasi

Kadar kesedihan masing-masing orang, menurut Rini berbeda. “Misalnya teman kita merasa sedih setelah kematian orang yang dicintai. Kita tidak perlu sad block dengan mengucapkan ‘udah engga perlu sedih’, karena artinya mereka (lingkungan, Red) menghargai arti kehilangan. Sama halnya dengan anak kecil yang kehilangan barang kemudian menangis,” katanya melansir laman unair.ac.id, Jumat (16/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk mampu memberikan waktu kepada seseorang yang baru saja kehilangan. Kemudian mengajak melakukan aktivitas positif yang mereka sukai. Rini juga menekankan strategi saat marah, cara yang sehat ialah dengan menenangkan diri sebelum mengatakan sesuatu yang mungkin disesali.

Lantas, kapan seseorang perlu untuk mendatangi psikolog? Waktu yang tepat yaitu ditandai dengan sedih yang berlarut hingga penurunan fungsi otak yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain datang ke profesional, Rini juga merekomendasikan ke tempat lain.

“Jika tidak punya akses ke profesional tidak apa-apa. Pilih saja orang yang dianggap bisa memberikan energi positif. Selain itu bisa juga diarahkan ke hal-hal ibadah,” terangnya.

Lalu, hal yang bisa dilakukan sebagai orang pemberi energi positif yaitu mendengarkannya.

“Dengarkan apa yang mereka rasakan. Ketika orang stres hanya mau didengar. Sebetulnya mereka sudah tau apa yang akan dilakukan. Tetapi mereka butuh validasi atas apa yang akan dilakukannya dan bantu mengeluarkan emosi negatifnya,” jelas Rini.

Menyoal pandemi, Rini juga memberikan arahan bagi audiens yang sudah melakukan upaya untuk taat protokol kesehatan dan mengingatkan sekelilingnya, namun justru mendapat respons yang seakan bertolak belakang.

“Ada yang panic buying, ada yang tidak taat prokes dan lain-lain. Orang-orang punya cara masing-masing dalam menenangkan pandemi. Jangan-jangan, ketika kita mengingatkan makin menambah stressor bagi mereka. Jadi jika masih ada kesempatan ajak diskusi saja. Jika tidak bisa, maka hanya doa sebagai bentuk ikhtiarnya,” tutupnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Kedokteran Jadi Jurusan...
Kedokteran Jadi Jurusan Paling Ketat di Unair Jalur SNBT 2026, Berapa Nilai Reratanya?
FK Unair Kolaborasi...
FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Azriel Bakal Wisuda...
Azriel Bakal Wisuda Bareng Anang dan Ashanty di Unair, Sebut Kado Terbesar Tahun Ini
Ashanty Ceritakan Detik-detik...
Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
FKH Unair Gelar Pengmas,...
FKH Unair Gelar Pengmas, Jadikan Desa Palembon Bojonegoro sebagai Sentra Bebek
Rekomendasi
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Berita Terkini
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Infografis
Tips Sehat supaya Asam...
Tips Sehat supaya Asam Urat Tidak Ganggu saat Mudik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved