Tim Mahasiswa ITB Juarai Kompetisi Clinical Skills Event Internasional

Kamis, 12 Agustus 2021 - 12:34 WIB
loading...
Tim Mahasiswa ITB Juarai...
Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto/Dok/SINDOnews
A A A
BANDUNG - Empat orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyabet sebagau juara 1 Clinical Skills Event (CSE). Acara ini berlangsung dalam 20th Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2021 pada Minggu (11/7/2021). Keempatnya adalah Fairuz Aisya Alzura (FKK 2018), Aulian Fajar Rahman (FKK 2018), Aristo Hakisa Rendra (STF 2018), dan Jayson Wilbert (STF 2018).

Dalam siaran persnya, selain Clinical Skills Event, APPS memiliki rangkaian acara berupa simposium dan lokakarya kefarmasian, juga professional development competitions lainnya. APPS menjadi acara tahunan dari International Pharmaceutical Students’ Federation Asia Pacific Regional Office (IPSF APRO). Menyesuaikan situasi pandemi, acara tahun ini diselenggarakan secara daring pada 2—11 Juli 2021 dengan tuan rumah University of the Philippines Pharmaceutical Association (UPPhA).

Baca juga: Lepas 970 Mahasiswa Indonesia ke 59 Universitas Top Dunia, Ini Pesan Mendikbudristek

Berawal dari keinginan menguji ingatan, delegasi Himpunan Mahasiswa Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB memanfaatkan ajang kompetisi ini yang memang menguji pengetahuan kefarmasian, terutama ilmu-ilmu yang telah didapat selama kuliah. Secara umum, topik-topik yang diangkat dalam lomba ini antara lain: pharmaceutical microbiology, formulation and pharmaceutical technology, clinical pharmacy, pharmacology, dan pharmaceutical calculation.

Tim ini perlu melewati tiga tahap sebelum akhirnya dinobatkan menjadi pemenang. Dimulai dari tahap preliminary pada Mei lalu yang mengharuskan mereka menjawab sejumlah soal pilihan ganda dan satu soal esai melalui Google Form dalam waktu yang ditentukan. Lolos ke tahap semifinal, mereka beradu dengan 11 tim lainnya untuk memperebutkan lima poin tertinggi agar bisa melaju ke babak final. Kali ini, mereka dikumpulkan dalam situs virtual meeting untuk menjawab 25 pertanyaan dalam waktu 30 menit. Setiap pertanyaan memiliki bobot nilai yang berbeda sesuai tingkatannya, mulai dari easy, intermediate, hingga advanced.

Mereka akhirnya lolos ke babak final setelah menempati posisi keempat dengan perolehan poin 700 pada tahap semifinal. Momen paling menegangkan dirasakan ketika poin antartim untuk soal easy dan intermediate tidak berbeda jauh, sehingga soal advanced menjadi penentu keberhasilan mereka. Ditambah, tahap ini menggunakan sistem betting points.

Baca juga: Dosen Unpad Bagikan Tips Agar Tetap Produktif di Masa Pandemi

Koordinasi yang baik dan penyusunan strategi sebelum bertanding menjadi kunci keberhasilan tim ini pada babak final. Mereka membuat rencana mengenai berapa poin yang akan dipertaruhkan sejak satu hari sebelumnya. Selain itu, ketenangan saat menghadapi tekanan juga diperlukan.

“Kelompok lain betting-nya kadang terlalu tinggi dan itu sempat membuat kita cemas karena kalau jawabannya benar kita bisa ketinggalan poin. Tapi, akhirnya kita tetap tenang dan stick to the plan. Ini membuat penambahan skor kita tetap konsisten sampai akhir dan bisa lebih santai, terutama di soal terakhir kita sudah terjamin menang,” ungkap Jayson, salah satu anggota tim dalam keterangannya, Kamis (12/8/2021).

Koordinasi yang hanya dilakukan melalui sambungan telepon juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Menurut Fairuz, anggota tim sempat salah mendengar jawaban Aristo di babak semifinal dan menganggapnya sebagai jawaban yang salah. Nyatanya, jawaban tersebut malah menyumbangkan poin paling tinggi. Agar kejadian ini tidak terulang, mereka sepakat untuk mengetik jawaban yang sulit disampaikan secara lisan. Mereka harus selalu siap siaga di grup untuk membacanya.

“Jujur ini pengalaman pertamaku ikut lomba CSE dan tidak menyangka banget tim kita bisa juara 1 di skala internasional. Jadi, buat teman-teman, kalau penasaran sama sesuatu, baik kegiatan, lomba, atau apa pun, coba saja dulu. Kamu tidak pernah tahu kalau itu ternyata passion kamu yang belum kamu explore. Learn new things everyday!” pesan Aristo yang menutup sesi wawancara.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
ITB Naik Peringkat di...
ITB Naik Peringkat di THE Asia University Rankings 2026, Unggul di Riset dan Industri
Lagu Erika Viral, HMT...
Lagu Erika Viral, HMT ITB Hapus Konten Video dan Audio dari Kanal Resmi
Lagu Erika Viral, HMT...
Lagu Erika Viral, HMT ITB Minta Maaf Akui Tak Sesuai Moral Akademik
Besaran UKT ITB Jalur...
Besaran UKT ITB Jalur SNBP dan SNBT 2026, Biaya Kuliah Tertinggi Rp14,5 Juta
1.225 Peserta SNBP 2026...
1.225 Peserta SNBP 2026 Diterima di ITB, Cek Link Daftar Ulang
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pakar ITB Sebut Cuaca...
Pakar ITB Sebut Cuaca Berperan Besar dalam Blackout Sumatera
Habis UI Terbitlah ITB,...
Habis UI Terbitlah ITB, Viral Lagu Mahasiswa Tambang Lecehkan Perempuan
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Sejarah Terbentuknya...
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Minimal Punya 1.500 Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved