Didukung Universitas, UMKM Mahasiswa Bertahan Meski Pandemi Covid-19
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 13:59 WIB
loading...
Universitas Pertamina memberikan pembinaan dan bantuan pendanaan kepada tiga puluh dua rintisan bisnis mahasiswa agar tetap bisa eksis di masa pandemi Covid-19. Foto/Dok/Humas UP
A
A
A
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, terutama dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data dari Bank Indonesia menyebutkan, hingga Kuartal II Tahun 2021 sebanyak 87.5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19. Dari jumlah tersebut, 93.2 persen di antaranya mengalami penurunan penjualan dan omzet yang cukup drastis.
Hasil survei Mandiri Institute pada Maret-April 2021 menunjukkan, sebanyak 7.1 persen pelaku UMKM di Indonesia berhenti beroperasi. Faktor utamanya disinyalir karena masalah permodalan dan prospek usaha yang kurang diminati selama pandemi. Guna menjaga ketahanan rintisan bisnis mahasiswa sekaligus menjaga iklim kewirausahaan yang telah terbangun, Universitas Pertamina (UP) melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memberikan pembinaan dan bantuan pendanaan kepada tiga puluh dua rintisan bisnis mahasiswa.
Baca juga: Kemendikbudristek Luncurkan Program Sertifikasi Dosen 2021, Cek Infonya
“Dukungan dari universitas membantu kami terutana untuk mengembangkan usaha. Misalnya, untuk meningkatkan kualitas layanan dengan pembelian material yang lebih baik. Hasilnya, rintisan bisnis saya dan teman-teman, di masa pandemi ini masih bisa memperoleh omzet stabil di angka tiga sampai empat juta rupiah per bulan,” ungkap Rafli Izzulhaq, mahasiswa Program Studi Komunikasi sekaligus founder Lantai Lima, Jumat (13/8/2021).
Lantai Lima merupakan salah satu rintisan bisnis karya mahasiswa UP yang menyediakan layanan kebersihan (clean up), pencarian tempat tinggal, serta pengemasan, penitipan, dan pengiriman barang. “Ide usaha ini muncul ketika saya melihat teman-teman mahasiswa kesulitan untuk pindah kos. Dari mulai pencarian kos yang sesuai dengan keinginan, sampai pada pengemasan dan pemindahan barangnya. Kalaupun ada, harga untuk layanan tersebut tidak ramah di kantong mahasiswa,” tutur Izzul.
Hasil survei Mandiri Institute pada Maret-April 2021 menunjukkan, sebanyak 7.1 persen pelaku UMKM di Indonesia berhenti beroperasi. Faktor utamanya disinyalir karena masalah permodalan dan prospek usaha yang kurang diminati selama pandemi. Guna menjaga ketahanan rintisan bisnis mahasiswa sekaligus menjaga iklim kewirausahaan yang telah terbangun, Universitas Pertamina (UP) melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memberikan pembinaan dan bantuan pendanaan kepada tiga puluh dua rintisan bisnis mahasiswa.
Baca juga: Kemendikbudristek Luncurkan Program Sertifikasi Dosen 2021, Cek Infonya
“Dukungan dari universitas membantu kami terutana untuk mengembangkan usaha. Misalnya, untuk meningkatkan kualitas layanan dengan pembelian material yang lebih baik. Hasilnya, rintisan bisnis saya dan teman-teman, di masa pandemi ini masih bisa memperoleh omzet stabil di angka tiga sampai empat juta rupiah per bulan,” ungkap Rafli Izzulhaq, mahasiswa Program Studi Komunikasi sekaligus founder Lantai Lima, Jumat (13/8/2021).
Lantai Lima merupakan salah satu rintisan bisnis karya mahasiswa UP yang menyediakan layanan kebersihan (clean up), pencarian tempat tinggal, serta pengemasan, penitipan, dan pengiriman barang. “Ide usaha ini muncul ketika saya melihat teman-teman mahasiswa kesulitan untuk pindah kos. Dari mulai pencarian kos yang sesuai dengan keinginan, sampai pada pengemasan dan pemindahan barangnya. Kalaupun ada, harga untuk layanan tersebut tidak ramah di kantong mahasiswa,” tutur Izzul.
Lihat Juga :