Alumni PMII Bentuk Asosiasi Dosen Pergerakan, Siapkan SDM Unggul dan Profesional
Senin, 23 Agustus 2021 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut menurut guru besar UIN Walisongo Semarang ini, keberadaan ADP dimaksudkan sebagai wadah profesi dosen seluruh Indonesia untuk memberi ruang dalam peran dan pengembangan SDM. Asosiasi Dosen Pergerakan lahir dalam rangka menjawab dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. "ADP ini diharapkan menjadi ruang artikulasi para dosen dan wadah untuk pengembangan SDM dosen di Indonesia," harap Abdurrahman.
Baca juga: Psikolog UB Ungkap Dampak Kuliah Daring bagi Mahasiswa
Menurut mantan Kepala Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI (2014-2020) ini dalam Muktamar Pemikiran Dosen Alumni PMII di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulung Agung, terdapat sembilan rekomendasi yang harus ditindaklanjuti oleh ADP. "Sembilan rekomendasi Muktamar Pemikiran PMII itu kita terjemahkan melalui program kerja yang akan dibahas dalam kegiatan Rakernas ini," cetus dia.
Sembilan rekomendasi Muktamar Pemikiran PMII tersebut di antaranya pengembangan perspektif Islam Indonesia yang bersendikan kearifan lokal, membangun hubungan antara keilmuan dan pembangunan nasional/internasional, distribusi dosen secara adil dan proporsional di lingkungan Kemendikbud dan Kemenag, peningkatan kapasitas pengembangan dan distribusi pengetahuan melalui publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas kepemimpinan, dan manajemen pengetahuan.
Di samping itu, ADP diharapkan bisa mengawal pengembangan serta penguatan jejaring akademik-kepemimpinan untuk memperkokoh Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), distribusi program beasiswa S-2 dan S-3 yang adil dan merata serta langkah afirmatif khususnya bagi dosen yang berasal dari perguruan tinggi yang berkembang, terbentuknya jejaring kajian, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di kalangan dosen dan lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). ADP mendorong pemerintah untuk menginisiasi dan mereplikasi program studi vokasional yang berorientasi pemenuhan tuntutan pasar kerja global.
Baca juga: Psikolog UB Ungkap Dampak Kuliah Daring bagi Mahasiswa
Menurut mantan Kepala Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI (2014-2020) ini dalam Muktamar Pemikiran Dosen Alumni PMII di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulung Agung, terdapat sembilan rekomendasi yang harus ditindaklanjuti oleh ADP. "Sembilan rekomendasi Muktamar Pemikiran PMII itu kita terjemahkan melalui program kerja yang akan dibahas dalam kegiatan Rakernas ini," cetus dia.
Sembilan rekomendasi Muktamar Pemikiran PMII tersebut di antaranya pengembangan perspektif Islam Indonesia yang bersendikan kearifan lokal, membangun hubungan antara keilmuan dan pembangunan nasional/internasional, distribusi dosen secara adil dan proporsional di lingkungan Kemendikbud dan Kemenag, peningkatan kapasitas pengembangan dan distribusi pengetahuan melalui publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas kepemimpinan, dan manajemen pengetahuan.
Di samping itu, ADP diharapkan bisa mengawal pengembangan serta penguatan jejaring akademik-kepemimpinan untuk memperkokoh Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), distribusi program beasiswa S-2 dan S-3 yang adil dan merata serta langkah afirmatif khususnya bagi dosen yang berasal dari perguruan tinggi yang berkembang, terbentuknya jejaring kajian, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di kalangan dosen dan lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). ADP mendorong pemerintah untuk menginisiasi dan mereplikasi program studi vokasional yang berorientasi pemenuhan tuntutan pasar kerja global.
Lihat Juga :