Keamanan Siber, Kunci Fundamental untuk Transformasi Digital di Sektor Pendidikan

Senin, 30 Agustus 2021 - 14:12 WIB
loading...
A A A
Menurut Erik keamanan siber ini menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, provider, hingga pengguna. Tujuannya agar proses belajar-mengajar bisa berlangsung dengan baik, sesuai ekspektasi sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga dan siswa peserta didik memperoleh manfaat dari pembelajaran online ini.

Pada kesempatan yang sama, Dr Amin Sakzad, Dosen Senior Sotftware Systems & Cybersecurity, Monash University, Australia menjelaskan bahwa Monash University sudah mengimplementasikan transformasi digital dengan Cryptography. Sistem ini dijabarkan untuk metode pembelajaran melalui interaksi online seperti Zoom, Webex, Teams, Classroom Learning Platforms (EdSTEM, Moodle). Kemudian untuk pendekatan pengajaran melalui Gamification dan AR/VR. Terakhir untuk proses penilaian melalui online Assessment platforms, eAsseessment, Al-driven invigilation.

Sebelumnya, perkuliahan dilakukan secara tatap muka dengan 500-600 mahasiswa. Namun, sekarang, tidak diperlukan lagi karena perkuliahan dilakukan secara online. “Tantangannya, kami harus bisa menyampaikan materi kuliah secara menarik, praktis dan mudah dipahami. Tak heran, dengan cryptography, salah satunya metode pembelajarannya adalah melalui pendekatan novel gamification,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Amin menambahkan bahwa ada metode lain seperti flip classes, record offline, hol Q&A workshops yang juga dijalankan di Universitas Monash. “Tentu saja di balik implementasi transformasi digital, kami juga harus mampu menangkal serangan Ransomware, IDS, PenTest dan Malware. Kunci suksesnya terletak pada bagaimana kami bisa memaksimalkan data security, organisational security, software security, componet security dan connection security sehingga dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.

Anang Siswanto, SM Solutions, IT & Business Analyst Telkomtelstra juga menyampaikan perlunya sikap kehati-hatian dan selalu waspada bagi institusi pendidikan yang melakukan transformasi digital. Faktanya, serangan terhadap keamanan siber (ransomware cs) terhadap perusahaan yang melakukan transformasi digital ternyata terus berkembang. Berdasarkan data dari Checkpoint Cyber Security Report 2021& Cisco 2021 Cyber Security threat trends menunjukkan bahwa perusahaan harus mengeluarkan biaya US$20 miliar karena serangan ini.

Menurut Anang, ada dua jenis serangan yang sering terjadi yakni Phising Attack dan Trojan Attack. Kedua serangan ini menyebabkan informasi berharga organisasi bisa terekspos secara ‘telanjang’ sehingga bisa diakses oleh siapa pun secara bebas atau data hilang/rusak atau tidak bisa digunakan lagi oleh organisasi. Hal ini dapat mengakibatkan organisasi merugi atau bahkan bangkrut.

Oleh karena itu, untuk menghadapi atau menangkal serangan tersebut, semua keamanan siber ini harus dimulai dari diri sendiri atau tim TI internal perusahaan. Informasi dan pengetahuan yang tidak memadai mengenai transformasi teknologi ini menjadi celah masuknya serangan tersebut. “Prinsip hati-hati dan waspada harus menjadi doktrin masing-masing individu di era digital saat ini,” ujarnya.

Salah satunya dengan memaksimalkan fitur-fitur Security seperti menggunakan Multi-Factor Authentication (MFA), selalu melakukan back up data serta meng-enkripsi semua data penting dan jalur komunikasi. “Saya merekomendasikan menggunakan pihak ketiga untuk masalah keamanan perusahaan ini. Tentu saja, provider-nya harus memiliki sertifikat ISO 27001, memiliki pengalaman mumpuni terkait data security serta bisa dipercaya,” tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
MNC University Dukung...
MNC University Dukung KICAU 2026 FODJP, Dorong Pelajar Kenali Potensi dan Masa Depan
Pijar Foundation dan...
Pijar Foundation dan Unand Dorong Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Kemendiktisaintek Rilis...
Kemendiktisaintek Rilis Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus, Apa Isinya?
Malaysia Ajak Mahasiswa...
Malaysia Ajak Mahasiswa Indonesia Perkuat Riset dan Pendidikan Pascasarjana
BRImo Raih Penghargaan...
BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Rekomendasi
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Berita Terkini
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Dua Dekade Fakultas...
Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved