Bagaimana Cara Membangkitkan Minat Baca pada Anak? Ini Jurusnya
Rabu, 01 September 2021 - 23:30 WIB
loading...
Webinar bertema Mama, Buku adalah Sahabatku Saat Pandemi yang digagas Miya’Z Script Agency pada Sabtu (28/8). Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - Seiring dengan menurunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) di berbagai daerah, sejumlah sekolah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Dalam aturan PPKM pemerintah pusat, sekolah tatap muka memang sudah bisa dilakukan di wilayah PPKM level 3, level 2 dan level 1. Aturannya adalah kapasitas maksimal 50 persen, dua jam dalam sehari, dan berlangsung dua kali dalam seminggu.
Ini artinya, PTM yang dilakukan masih terbatas. Keterbatasan PTM ini otomatis memangkas jam belajar para siswa. Berkurangnya jam belajar ini berpengaruh besar pada kegiatan membaca dan menulis atau literasi anak-anak Indonesia. Ditambah lagi, belajar secara daring membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai ketimbang buku.
Baca juga: Info Penting, Masa Unggah SPTJM untuk Bantuan Kuota Data Diperpanjang
Berdasarkan data dari Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 menyatakan bahwa Indonesia menempati ranking ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi. Ini berarti Indonesia berada di posisi 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.
Selain itu, menurut UNESCO (2019), minat masyarakat Indonesia untuk membaca dinilai sangat memprihatinkan, yakni dengan persentase hanya mencapai 0,001 persen. Itu artinya, dari 1.000 orang di Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.
Ini artinya, PTM yang dilakukan masih terbatas. Keterbatasan PTM ini otomatis memangkas jam belajar para siswa. Berkurangnya jam belajar ini berpengaruh besar pada kegiatan membaca dan menulis atau literasi anak-anak Indonesia. Ditambah lagi, belajar secara daring membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai ketimbang buku.
Baca juga: Info Penting, Masa Unggah SPTJM untuk Bantuan Kuota Data Diperpanjang
Berdasarkan data dari Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 menyatakan bahwa Indonesia menempati ranking ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi. Ini berarti Indonesia berada di posisi 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.
Selain itu, menurut UNESCO (2019), minat masyarakat Indonesia untuk membaca dinilai sangat memprihatinkan, yakni dengan persentase hanya mencapai 0,001 persen. Itu artinya, dari 1.000 orang di Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.
Lihat Juga :