DPR Minta Menkeu Segera Susun Skema Pembiayaan Ponpes di Era New Normal
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
“Era new normal harus mengakomodasi upaya pembukaan pesantren karena sudah hampir tiga bulan terakhir ada sebanyak 18 juta santri yang terhenti proses belajarnya karena adanya wabah Covid-19,” ujarnya. (Baca juga: Pemerintah Diharapkan Tak Hapus Proyek Pesawat Warisan BJ Habibie )
Fathan mengungkapkan pesantren membutuhkan biaya besar untuk menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar agar sesuai protokol Covid-19. Sarana dan prasarana yang dimiliki pesantren saat ini seperti ruang kelas, kamar tidur santri, sarana sanitasi, hingga sarana ibadah masih terbilang sangat sederhana.
Sarana wudhu misalnya, rata-rata pesantren masih menggunakan bak ukuran sedang untuk digunakan ratusan hingga ribuan santri. “Kondisi ini sangat riskan jika digunakan di tengah wabah covid-19. Minimal sarana air wudhu harus menggunakan air mengalir sehingga pesantren membutuhkan bantuan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan selain kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana, pesantren juga membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk memastikan para guru dan tenaga Pendidik tercukupi kebutuhannya selama masa pandemi.
Menurut dia, banyak tenaga pendidik di pesantren yang sehari-hari harus bekerja karena gaji dari Yayasan tergolong sekadarnya. “Saat wabah Covid-19 banyak ustaz di pesantren yang kehilangan hasil kerja sampingannya. Jadi mereka juga harus dijamin dengan berbagai skema bantuan sosial yang disiapkan pemerintah selama masa pandemi ini,” katanya.
Fathan mengungkapkan pesantren membutuhkan biaya besar untuk menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar agar sesuai protokol Covid-19. Sarana dan prasarana yang dimiliki pesantren saat ini seperti ruang kelas, kamar tidur santri, sarana sanitasi, hingga sarana ibadah masih terbilang sangat sederhana.
Sarana wudhu misalnya, rata-rata pesantren masih menggunakan bak ukuran sedang untuk digunakan ratusan hingga ribuan santri. “Kondisi ini sangat riskan jika digunakan di tengah wabah covid-19. Minimal sarana air wudhu harus menggunakan air mengalir sehingga pesantren membutuhkan bantuan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan selain kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana, pesantren juga membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk memastikan para guru dan tenaga Pendidik tercukupi kebutuhannya selama masa pandemi.
Menurut dia, banyak tenaga pendidik di pesantren yang sehari-hari harus bekerja karena gaji dari Yayasan tergolong sekadarnya. “Saat wabah Covid-19 banyak ustaz di pesantren yang kehilangan hasil kerja sampingannya. Jadi mereka juga harus dijamin dengan berbagai skema bantuan sosial yang disiapkan pemerintah selama masa pandemi ini,” katanya.
(dam)
Lihat Juga :