Dosen PTKI-ANU Australia Rilis Buku Kontestasi Nalar Keberagamaan Kontemporer

Jum'at, 10 September 2021 - 21:36 WIB
loading...
Dosen PTKI-ANU Australia...
Enam dosen PTKI alumni PIES 2019 meluncurkan buku Kontestasi Nalar Keberagamaan Kontemporer di Indonesia: Dari Kontestasi Identitas Menuju Koeksistensi Sosial. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Enam dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) alumni program Partnership in Islamic Education Scholarship (PIES) 2019 meluncurkan buku baru berjudul Kontestasi Nalar Keberagamaan Kontemporer di Indonesia: Dari Kontestasi Identitas Menuju Koeksistensi Sosial.

Buku ini diterbitkan oleh penerbit LKiS Yogyakarta dan diberi kata pengantar Direktur Jenderal Pendidikan Islam ( Dirjen Pendis ) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani.

Baca juga: 17 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia, Cek Daftarnya

Buku tersebut resmi diluncurkan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Penny Williams. Dalam peluncuran buku, Professor Tim Lindsey (University of Melbourne) menjadi pembahas dan menyampaikan ulasan tentang Perda Syariah: Exposing Indonesia’s Constitutional Flaw.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Suyitno turut hadir dan mengapresiasi buku yang ditulis oleh para dosen PTKI dan berkolaborasi dengan para akademisi dari kampus Australian National University (ANU), Canberra Australia.

“Buku yang yang mendedah mozaik kehidupan keberagamaan kontemporer di Indonesia ini menjadi contoh racikan kolaborasi intelektual akademisi Indonesia dan Australia. Kami mengapresiasi atas terbitnya buku dengan harapan dapat menambah khazanah keilmuan sekaligus menjadi contoh yang baik tentang penguatan relasi jaringan akademik antara dosen PTKI dan akademisi luar negeri,” ungkap Suyitno yang juga Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Keren! Siswi Berkebutuhan Khusus Ini Raih 5 Medali di Ajang Internasional

Direktur program PIES, Professor Greg Fealy dari Australian National University (ANU), mengungkapkan bahwa program PIES merupakan program kerja sama antara ANU Canberra dan Kementerian Agama yang didukung oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia.

“Jalinan kerja sama ini sudah terlaksana sejak 2008 yang dikemas dalam penguatan kapasitas akademik dengan memberikan beasiswa kepada dosen PTKI yang tengah menempuh program doktor untuk memperkaya minat pengetahuan dan memperkuat tradisi riset di Department of Political and Social Change, kampus ANU, Canberra,” terang Greg Fealy.

“Pada akhir program, penerima beasiswa PIES meluncurkan buku. Pada kesempatan ini, buku yang diluncurkan merupakan buku dari PIES angkatan tahun 2019 hasil riset dan kajian yang sangat serius dan mendalam,” sambungnya.

Adapun para penulis buku yang juga sebagai penerima beasiswa PIES tahun 2019, antara lain:

1. Dr. Wildani Hefni, MA., dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, di bawah bimbingan Professor Virgina Hooker
2. Dr. Rizqa Ahmadi, M.A., dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, di bawah bimbingan Pressof James J. Fox
3. Dr. Abdulloh Fuadi, MA., dosen UIN Mataram, di bawah bimbingan Amrih Widodo
4. Dr. Shinta Dewianty, MA.Ek, dosen STAI Darul Arqam Garut, di bawah bimbingan Professor Greg Fealy
5. Dr. Umi Najikhah Fikriyati, MA., dosen STAI Blambangan Banyuwangi, di bawah bimbingan Sally White, Ph.D
6. Win Listyaningrum Arifin, MA, dosen IAIN Salatiga, di bawah bimbingan Sally White, Ph.D

Dalam kesempatan yang sama, para alumni PIES dari semua angkatan juga meluncurkan buku Terobosan Akademik Australia-Indonesia: Refleksi Antropologis dan Sosiologis Alumni PIES 2008 2009.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Rekomendasi
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
Berita Terkini
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Infografis
DeepSeek AI China Diblokir...
DeepSeek AI China Diblokir di Amerika Serikat, Italia, Australia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved