Penerima Beasiswa Santri Berprestasi Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Moderasi
Minggu, 26 September 2021 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, Waryono berharap agar para Mahasantri dapat berfikir lebih luas dalam memahami agama. Waryono minta mahasantri tidak hanya berkutat pada ranah furu'iyah, tetapi mampu menerjemahkan pesan-pesan agama dalam misi kemanusiaan dan keadilan sosial.
Baca juga: Kemendikbudristek Buka Pendaftaran Beasiswa Microcredential untuk Guru, Kepsek, dan Pengawas
"Karena bangsa ini adalah bangsa terbuka sejak tempo dulu, jauh sebelum era kemerdekaan. Masalah ikhtilaf furu'iyah itu sudah selesai dengan sikap keterbukaan. Nah untuk saat ini kita harus lebih fokus mengurusi masalah sosial, ekonomi, dan pengembangan ilmu pengetahuan," tuturnya.
Oleh karena itu, Waryono berpesan agar Mahasantri PBSB memanfaatkan waktu belajarnya seefektif mungkin, dan harus memupuk semangat mencari ilmu dalam setiap waktu dan tempat. Dengan terus memperdalam ilmu, Mahasantri PBSB diharapkan menjadi ahli dalam bidangnya masing-masing.
"Tekunilah ilmu yang sekarang, sehingga ilmunya menjadi faktor pengobat dan pengungkit bagi kemakmuran bangsa. Kekayaan bangsa yang luar biasa ini akan bisa lebih dinikmati ketika kita bisa mengolahnya sendiri," tutur Waryono.
Hal senada disampaikan Kepala Subdirektorat Pendidikan Pondok Pesantren, Basnang Said. Menurutnya, mahasantri PBSB selayaknya menjadi agen-agen moderasi di lingkungan kampus. Bekal ilmu agama dan sikap moderat yang dipelajari di pesantren harus ditularkan kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Baca juga: Kemendikbudristek Buka Pendaftaran Beasiswa Microcredential untuk Guru, Kepsek, dan Pengawas
"Karena bangsa ini adalah bangsa terbuka sejak tempo dulu, jauh sebelum era kemerdekaan. Masalah ikhtilaf furu'iyah itu sudah selesai dengan sikap keterbukaan. Nah untuk saat ini kita harus lebih fokus mengurusi masalah sosial, ekonomi, dan pengembangan ilmu pengetahuan," tuturnya.
Oleh karena itu, Waryono berpesan agar Mahasantri PBSB memanfaatkan waktu belajarnya seefektif mungkin, dan harus memupuk semangat mencari ilmu dalam setiap waktu dan tempat. Dengan terus memperdalam ilmu, Mahasantri PBSB diharapkan menjadi ahli dalam bidangnya masing-masing.
"Tekunilah ilmu yang sekarang, sehingga ilmunya menjadi faktor pengobat dan pengungkit bagi kemakmuran bangsa. Kekayaan bangsa yang luar biasa ini akan bisa lebih dinikmati ketika kita bisa mengolahnya sendiri," tutur Waryono.
Hal senada disampaikan Kepala Subdirektorat Pendidikan Pondok Pesantren, Basnang Said. Menurutnya, mahasantri PBSB selayaknya menjadi agen-agen moderasi di lingkungan kampus. Bekal ilmu agama dan sikap moderat yang dipelajari di pesantren harus ditularkan kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Lihat Juga :