Ornamen Header
Kemendikbudristek Minta Guru Tenang Menunggu Pengumuman Seleksi PPPK
Kemendikbudristek Minta Guru Tenang Menunggu Pengumuman Seleksi PPPK
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Kemendikbudristek meminta para guru yang mengikuti seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tetap tenang menunggu pengumuman hasil seleksi berikutnya. Sebelumnya, Kemendikbudristek dan Komisi X DPR sepakat melakukan penundaan pengumuman seleksi guru PPPK .

Pengumuman yang sedianya dilakukan pada Jumat, 24 September lalu masih ditunda hingga pengumuman resmi berikutnya. "Kami mengajak seluruh guru honorer dan pihak terkait dalam seleksi PPPK untuk tetap tenang sembari menunggu pengumuman selanjutnya," tulis Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril di instagram resminya di @dirjen.gtk dikutip Selasa, (28/9/2021).

Baca juga: PGRI Minta Peraturan Rekrutmen Guru PPPK Direvisi

Sembari menunggu, Iwan juga meminta para guru honorer tidak perlu terpengaruh oleh kabar maupun informasi yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, Kemendikbudristek sangat mengapresiasi kepedulian banyak pihak untuk memastikan bahwa proses seleksi berjalan dengan adil dan transparan kepada guru honorer.



Menurutnya, penundaan pengumuman hasil seleksi kompetensi tahap 1 merupakan kesepakatan bersama dengan Komisi X DPR RI. Tujuannya untuk memberi waktu bagi Kemendikbudristek untuk berkoordinasi dengan Panselnas agar memperjuangkan bagi para peserta seleksi ASN PPPK. "Peserta yang sudah lolos formasi dipastikan untuk tetap dijamin haknya," tulis Iwan.

Dirjen GTK juga mengajak guru honorer tetap dapat memfokuskan energi serta berkonsentrasi pada setiap tahapan. Dia mendorong guru untuk tingkatkan terus kemampuan diri. Teruslah belajar, katanya, dan berbagi dengan memanfaatkan pembelajaran dari berbagai sumber.

Baca juga: Cara Membangun Support System yang Baik Agar Belajar Makin Efektif

Termasuk memanfaatkan modul yang telah disediakan Kemendikbudristek maupun modul-modul lainnya."Mari kita bergerak bersama membantu perjuangan para guru honorer," tulis Iwan.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!