Membaca Narasi Sejarah yang Mengerdilkan Peran Soekarno sebagai Penggagas Pancasila

Kamis, 30 September 2021 - 05:18 WIB
loading...
A A A
Para sejarawan memiliki beberapa analisis mengenai awal kemunculan kontroversi terkait lahirnya Pancasila. Asvi dalam tulisan sama mengungkapkan, hal ini dimulai pada awal Orde Baru dengan terbitnya buku tipis Nugroho Notosusanto berjudul: Naskah Proklamasi jang otentik dan Rumusan Pancasila jang otentik.

Dalam buku itu, lanjutnya, Nugroho mengatakan bahwa ada empat rumusan Pancasila, yakni yang disampaikan Moh. Yamin, Soekarno, berdasar hasil kerja Tim Sembilan yang dikenal sebagai Piagam Jakarta, dan sebagaimana termaktub dalam UUD 1945.

Nugroho menilai, rumusan Pancasila yang otentik adalah rumusan 18 Agustus 1945 karena Pancasila yang termasuk dalam pembukaan UUD 1945 itu dilahirkan secara sah, yakni berlandaskan proklamasi, pada 18 Agustus 1945. Pada akhir leaflet itu, Nugroho menandaskan:

Kiranya tidak perlu lahirnya Pancasila itu kita kaitkan kepada seorang tokoh secara mutlak. Sebab, lahirnya sesuatu gagasan sebagai sesuatu yang abstrak memang tidak mudah ditentukan dengan tajam. Yang dapat kita pastikan adalah saat pengesahan formal dan resmi suatu dokumen.”

Namun, manuver sejarah yang pada awalnya bersumber dari Pusat Sejarah ABRI itu kemudian ditentang sejarawan dan pelaku sejarah. A.B. Kusuma dalam makalah berjudul Menelusuri Dokumen Historis BPUPKI berdasar notulen yang telah ditemukan kembali 1989 mengatakan, tidak benar bahwa Moh. Yamin yang pertama mengungkapkan dasar negara Pancasila.

Hal itu kemudian ditegaskan dalam buku A.B. Kusuma, Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945 (Jakarta, 2004). Bahkan, Yamin sendiri dalam bukunya mengakui Soekarno sebagai penggali Pancasila.

Oleh karena itu, ada baiknya generasi muda juga kritis dalam membaca sejarah. Seperti kata Winston Churchill, “History has been written by the victors” yang artinya kurang lebih “Sejarah ditulis oleh para pemenang”.

Meski demikian, bukan berarti kita juga perlu mengagung-agungkan Bung Karno sebagai penggagas Pancasila. Yang perlu dipahami, sebagai fakta sejarah, perannya tak boleh dikerdilkan.

Toh, Soekarno sendiri telah menegaskan di depan sidang BPUPKI bahwa dia tidak menciptakan Pancasila, tetapi menggalinya dari tradisi luhur yang sudah mengakar di dalam budaya bangsa Indonesia.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Sejarah Hari...
Mengenal Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni
10 Pahlawan Nasional...
10 Pahlawan Nasional yang Diabadikan Jadi Nama Kampus di Indonesia
Sejarah di Balik 10...
Sejarah di Balik 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan
Ini Perbedaan Sejarah...
Ini Perbedaan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila yang Sering Disalahpahami
MNC University Menerima...
MNC University Menerima Kunjungan Pusat Kajian Pancasila Unindra
Riwayat Pendidikan Menteri...
Riwayat Pendidikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang Ingin Merevisi Sejarah Indonesia
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved