Hadapi Tantangan Dunia, Ratusan Ilmuwan Dalam dan Luar Negeri Bersatu

Senin, 04 Oktober 2021 - 21:57 WIB
loading...
Hadapi Tantangan Dunia,...
Webinar bertajuk Biomedical Engineering: The Future of Computer-Assited Medical Practices. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Dunia terus berubah. Perkembangan teknologipun juga tidak terbendung. Salah satunya tekonologi dibidang kesehatan. Sebagaimana diketahui, saat ini dunia kesehatan tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi peralatan medis yang semakin canggih. Berbagai peralatan medis yang canggih dapat ditemukan di rumah sakit, seperti alat USG, MRI, CT-scan atau EKG.

Namun, tidak sedikit peralatan medis mulai dikembangkan dalam skala kecil agar dapat digunakan masyarakat sehari-hari untuk memastikan atau memantau secara rutin kondisi kesehatan di rumah. Misalnya, alat medis digital pengukur tensi darah, pengukur kadar gula darah dan pengukur kadar oksigen dalam darah (SpO2).



Alat-alat medis ini dibuat dan dikembangkan oleh tenaga kesehatan bersama para biomedical engineer. Untuk itu, kolaborasi dunia kedokteran dan engineering sangat diperlukan untuk merancang berbagai peralatan medis yang tepat guna dan akurat sesuai dengan kebutuhan di masyarakat.

Dari sini, masyarakat dapat mengetahui bahwa tidak ada lagi bidang ilmu yang murni berdiri sendiri. Adanya kolaborasi lintas disiplin ilmu dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia yang terus berubah di masa depan. Guna mempersiapkan generasi unggul di bidang teknik yang berwawasan kedokteran, hadirlah biomedical engineering.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Eric Wibisono, menjelaskan bahwa biomedical engineering adalah kolaborasi ilmu keteknikan dan kedokteran yang mempelajari rekayasa sistem medis berbasis teknik. Bidang ilmu ini dinilai sangat prospektif di masa depan. Para sarjana dan ahli biomedis akan berperan penting di masyarakat khususnya dalam meningkatkan kepekaan terhadap pemantauan kesehatan pribadi melalui karya-karya rekayasa di bidang biomedical engineering.



“Ubaya sendiri telah memiliki Program Biomedical Engineering yang masuk dalam salah satu bidang peminatan di Prodi Teknik Elektro. Kami membekali mahasiswa dengan wawasan ilmu teknik yang kuat dan pemahaman dasar tentang biomedis. Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan mengasah keterampilannya agar dapat diaplikasikan dalam merancang peralatan modern di dunia kedokteran,” katanya dalam webinar bertajuk “Biomedical Engineering: The Future of Computer-Assited Medical Practices” diselenggarakan oleh Program Biomedical Engineering Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Ubaya.

Webinar yang diikuti oleh ratusan partisipan terdiri dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, orang tua, akademisi dan industri ini diselenggarakan untuk memberikan gambaran tentang perkembangan masa kini dan masa depan dari biomedical engineering dan membuka wawasan mengenai pentingnya kolaborasi keilmuan. Dunia kedokteran perlu mengenal ilmu teknik, sebaliknya orang teknik juga bisa mendalami dunia medis.

Pada kesempatan ini Ubaya menghadirkan empat narasumber yang berasal dari dalam dan luar negeri. Narasumber pertama yaitu Prof. Dinesh K. Kumar, pakar Biomedical Engineering dari RMIT University, Australia, dengan topik ‘The Significance of Biomedical Engineering’. Materi kedua dibawakan oleh dr. Jordan Bakhriansyah, dosen Fakultas Kedokteran Ubaya dengan topik ‘Technology in Medical Practices’.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Akademisi, Educativa...
Dukung Akademisi, Educativa Indonesia Hadirkan Solusi Riset hingga Publikasi Ilmiah
Daftar Kampus di Indonesia...
Daftar Kampus di Indonesia dengan Ilmuwan Terbanyak yang Masuk Peringkat Dunia
Kisah David Nugroho,...
Kisah David Nugroho, Ilmuwan Muda Asal Madura Lulus S2 dan S3 dalam 3 Tahun di Thailand
Kapan Batas Waktu Pendaftaran...
Kapan Batas Waktu Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025? Jangan Sampai Telat
Profil Prof Biyanto,...
Profil Prof Biyanto, Sosok Akademisi yang Diangkat Jadi Staf Ahli Kemendikdasmen
10 Universitas Termahal...
10 Universitas Termahal di Dunia, Uang Kuliahnya Lebih dari Rp1 Miliar!
7 Fakta Sekolah Unggulan...
7 Fakta Sekolah Unggulan Garuda, Tempat Siswa Terbaik untuk Kuliah di Kampus Kelas Dunia
Menuju Kelas Dunia,...
Menuju Kelas Dunia, UNJ Grand Launching Status PTN BH
Festival 12.12 Fikom:...
Festival 12.12 Fikom: Sinkronisasi Teori dan Praktik dalam Dunia Komunikasi
Rekomendasi
Antisipasi Panas Jakarta,...
Antisipasi Panas Jakarta, Thom Haye Curi Start Persiapan Lawan China
Michelle Ungkit Kondisi...
Michelle Ungkit Kondisi Keuangan Barack Obama yang Terpuruk, Isu Cerai Makin Kuat
Wartawan Palu Ditemukan...
Wartawan Palu Ditemukan Tewas di Hotel Kebon Jeruk, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Arus Balik Minggu Pagi...
Arus Balik Minggu Pagi Ini, Tol Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
Jasa Raharja: 92 Persen...
Jasa Raharja: 92 Persen Korban Meninggal saat Mudik 2025 Bukan Pemudik
Mobil Pemudik Nyasar...
Mobil Pemudik Nyasar di Bukititinggi Gara-gara Google Maps, Bocah-bocah Mendadak Jadi Pak Ogah
Berita Terkini
Penerima PIP Dicek Lewat...
Penerima PIP Dicek Lewat DTKS Kemensos! Simak Cara Lengkap dan Syaratnya
1 jam yang lalu
Cara Cek Apakah Kamu...
Cara Cek Apakah Kamu Penerima PIP 2025 atau Bukan, Mudah dan Cepat!
2 jam yang lalu
Handal atau Andal, Mana...
Handal atau Andal, Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?
11 jam yang lalu
Red Sparks Comeback...
Red Sparks Comeback Berkat Megawati Hangestri! Ini Profil Pendidikan Sang Bintang Voli Dunia
1 hari yang lalu
Dana PIP 2025 Cair Tanggal...
Dana PIP 2025 Cair Tanggal 10 April! Ini Daftar Penerima dan Cara Pencairannya
1 hari yang lalu
Himbau atau Imbau, Mana...
Himbau atau Imbau, Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?
1 hari yang lalu
Infografis
Artis Dalam dan Luar...
Artis Dalam dan Luar Negeri yang Menguasai Banyak Bahasa Asing
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved