Rektor Dorong Lulusan Universitas Jember Berwirausaha
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Untuk kali pertama, upacara wisuda di Universitas Jember dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BLU Universitas Jember, Beny Bandanadjaya beserta wakilnya, Taukhid. Untuk diketahui semenjak resmi menjadi Badan Layanan Umum pada Desember 2020 lalu, sesuai aturan yang ada maka Universitas Jember membentuk Dewan Pengawas BLU Universitas Jember.
Dalam sambutannya, Beny Bandanadjaya mengingatkan segenap wisudawan untuk sejenak merenungi perjuangan di balik wisuda hari ini. “Ada banyak peran serta pihak lain dibalik kesuksesan Anda lulus meraih gelar, ada orang tua, dosen, kawan dan banyak lagi yang membantu kita. Oleh karena itu jangan lupa selalu bersyukur,” ujar Beny Bandanadjaya yang juga Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kemendikbudristek.
Baca juga: UGM Menempati Peringkat ke-5 Terbaik di Indonesia versi THE WUR 2022
Rasa syukur telah melalui perjuangan keras hingga lulus disampaikan oleh Devita Nandasari, S.Kep., wisudawan asal Fakultas Keperawatan. Cita-citanya untuk menjadi seorang ners (perawat) tinggal selangkah lagi. Cita-cita yang selalu ia genggam erat sejak duduk di bangku sekolah SMA itu kini bukan lagi sekedar khayalan belaka. Pasalnya, gadis asli Magetan ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember dalam waktu kurang dari empat tahun dengan IPK 3.58.
Namun siapa sangka, keberhasilan Devita dalam menyelesaikan pendidikan rupanya menyimpan sekelumit kisah menarik. Keinginannya menjadi seorang tenaga kesehatan muncul sejak ia mengetahui nenek yang telah membesarkannya sejak kecil meninggal karena penyakit tekanan darah terlalu tinggi. “Itulah sebabnya saya sangat ingin menjadi tenaga kesehatan agar saya memahami banyak tentang berbagai penyakit dan berharap tidak ada kejadian yang seperti itu lagi di keluarga saya,” ujarnya saat diwawancarai tim Humas Universitas Jember secara terpisah.
Dalam sambutannya, Beny Bandanadjaya mengingatkan segenap wisudawan untuk sejenak merenungi perjuangan di balik wisuda hari ini. “Ada banyak peran serta pihak lain dibalik kesuksesan Anda lulus meraih gelar, ada orang tua, dosen, kawan dan banyak lagi yang membantu kita. Oleh karena itu jangan lupa selalu bersyukur,” ujar Beny Bandanadjaya yang juga Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kemendikbudristek.
Baca juga: UGM Menempati Peringkat ke-5 Terbaik di Indonesia versi THE WUR 2022
Rasa syukur telah melalui perjuangan keras hingga lulus disampaikan oleh Devita Nandasari, S.Kep., wisudawan asal Fakultas Keperawatan. Cita-citanya untuk menjadi seorang ners (perawat) tinggal selangkah lagi. Cita-cita yang selalu ia genggam erat sejak duduk di bangku sekolah SMA itu kini bukan lagi sekedar khayalan belaka. Pasalnya, gadis asli Magetan ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember dalam waktu kurang dari empat tahun dengan IPK 3.58.
Namun siapa sangka, keberhasilan Devita dalam menyelesaikan pendidikan rupanya menyimpan sekelumit kisah menarik. Keinginannya menjadi seorang tenaga kesehatan muncul sejak ia mengetahui nenek yang telah membesarkannya sejak kecil meninggal karena penyakit tekanan darah terlalu tinggi. “Itulah sebabnya saya sangat ingin menjadi tenaga kesehatan agar saya memahami banyak tentang berbagai penyakit dan berharap tidak ada kejadian yang seperti itu lagi di keluarga saya,” ujarnya saat diwawancarai tim Humas Universitas Jember secara terpisah.
Lihat Juga :