Mahasiswa UGM buat Program Pemantauan Kesehatan Gigi Siswa Selama Pandemi Covid-19
Rabu, 13 Oktober 2021 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini tentunya akan berdampak pada pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa.
“Selain menggunakan potret gigi sebagai sarana identifikasi kesehatan gigi dan mulut, tim kami juga menyediakan berbagai konten edukasi kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk video dan slide infografis yang dapat diakses oleh siswa mitra melalui OA LINE DENTOPORT,” imbuh Fariz.
Sebelum konten edukasi diunggah, tim meninjau terlebih dahulu tingkat pengetahuan siswa mitra dengan mengirimkan kuis singkat yang menarik dan sederhana. Setiap konten dan kuis yang diunggah memperoleh respons yang positif dan antusias dari siswa mitra.
Program DENTOPORT kedepan rencaananya akan berkolaborasi dengan puskesmas daerah selaku fasilitas kesehatan primer yang paling dekat dengan masyarakat. Harapannya program ini nantinya dapat diadopsi dalam program Unit Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang dapat dijadikan alternatif di masa pandemi.
“Kami telah berkoordinasi dengan Puskesmas Bantul 2, yaitu puskesmas yang paling dekat dengan sekolah mitra kami saat ini. Pihak puskesmas menunjukkan respons yang positif sehingga besar harapan kami bahwa kerja sama ini dapat terwujud dalam waktu dekat,” katanya.
Sementara Rania menyebutkan pemanfaatan potret gigi dan teledentistry ini masih sangat besar potensinya untuk dikembangkan dan memungkinkan diterapkan sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat di Indonesia.
"Kami harap kedepannya kerja sama dengan puskesmas, program ini dapat menjangkau sekolah-sekolah lain serta masyarakat luas,”tuturnya.
Program yang dikembangkan kelima mahasiswa muda ini tidak hanya menawarkan alternatif solusi pemantauan gigi siswa selama pandemi. Namun, program ini juga berhasil menghantarkan mereka melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan digelar pada 25-30 Oktober mendatang.
“Selain menggunakan potret gigi sebagai sarana identifikasi kesehatan gigi dan mulut, tim kami juga menyediakan berbagai konten edukasi kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk video dan slide infografis yang dapat diakses oleh siswa mitra melalui OA LINE DENTOPORT,” imbuh Fariz.
Sebelum konten edukasi diunggah, tim meninjau terlebih dahulu tingkat pengetahuan siswa mitra dengan mengirimkan kuis singkat yang menarik dan sederhana. Setiap konten dan kuis yang diunggah memperoleh respons yang positif dan antusias dari siswa mitra.
Program DENTOPORT kedepan rencaananya akan berkolaborasi dengan puskesmas daerah selaku fasilitas kesehatan primer yang paling dekat dengan masyarakat. Harapannya program ini nantinya dapat diadopsi dalam program Unit Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang dapat dijadikan alternatif di masa pandemi.
“Kami telah berkoordinasi dengan Puskesmas Bantul 2, yaitu puskesmas yang paling dekat dengan sekolah mitra kami saat ini. Pihak puskesmas menunjukkan respons yang positif sehingga besar harapan kami bahwa kerja sama ini dapat terwujud dalam waktu dekat,” katanya.
Sementara Rania menyebutkan pemanfaatan potret gigi dan teledentistry ini masih sangat besar potensinya untuk dikembangkan dan memungkinkan diterapkan sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat di Indonesia.
"Kami harap kedepannya kerja sama dengan puskesmas, program ini dapat menjangkau sekolah-sekolah lain serta masyarakat luas,”tuturnya.
Program yang dikembangkan kelima mahasiswa muda ini tidak hanya menawarkan alternatif solusi pemantauan gigi siswa selama pandemi. Namun, program ini juga berhasil menghantarkan mereka melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan digelar pada 25-30 Oktober mendatang.
(mpw)
Lihat Juga :