Guru Besar FK Unusa: PJJ Usik Nurani Pendidikan Dokter
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ini 8 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja
Suami dari Dr. Arti Lukitasari, dr.,Sp.M ini mengatakan, kegiatan pedagogis memakai simulasi dan inovasi teknologi selama pandemi seperti kuliah daring, simulator virtual webcasting, diskusi ruang daring, telah menghilangkan, setidaknya mengurangi esensi pendidikan yang bertujuan menghasilkan seorang dokter yang sesuai dengan panduan pendidikan dokter Indonesia.
“Regulasi yang membatasi hubungan antara peserta pendidikan dokter dengan pasien pada masa pandemi merupakan dilema, karena seorang dokter kelak akan menghadapi orang yang sakit, sesuai tingkat kompetensinya. Ke depan, merupakan suatu keniscayaan agar mahasiswa pendidikan profesi dokter untuk terlibat dan ikut melihat pasien yang nyata di rumah sakit dengan alat pelindung diri maksimal, serta mengikuti protokol kesehatan,” katanya.
Menghadapi pandemi Covid-19, dengan mengacu pada regulasi Kementerian, Fakultas Kedokteran (FK) Unusa telah melakukan beberapa inovasi berbasis teknologi yang tersedia saat ini, pendidikan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan berusaha agar kompetensi yang diharapkan tetap dapat dimiliki setiap peserta didik yang akan dievaluasi pada tahap akhir pendidikan.
Dikatakannya, sebagai salah satu Fakultas Kedokteran yang masih baru, FK Unusa telah memulai langkah awal yang sangat baik dan patut kita syukuri, evaluasi akhir Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang pertama kali diikuti oleh mahasiswa FK Unusa telah menghasilkan tingkat kelulusan mencapai 100%.
Tuberkulosis Dunia
Terkait dengan bidang ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, yang mengantarkan Mulyadi memperoleh guru besar, ayah dari dua orang anak yang semuanya juga berprofesi sebagai dokter mengatakan, berkembangnya teknologi transportasi yang berakibat pada arus komoditas trans nasional baik barang, manusia dan hewan, berbagai masalah kesehatan, termasuk kesehatan respirasi menjadi tantangan tersendiri, sehingga risiko penularan berbagai macam penyakit akan semakin tinggi.
Suami dari Dr. Arti Lukitasari, dr.,Sp.M ini mengatakan, kegiatan pedagogis memakai simulasi dan inovasi teknologi selama pandemi seperti kuliah daring, simulator virtual webcasting, diskusi ruang daring, telah menghilangkan, setidaknya mengurangi esensi pendidikan yang bertujuan menghasilkan seorang dokter yang sesuai dengan panduan pendidikan dokter Indonesia.
“Regulasi yang membatasi hubungan antara peserta pendidikan dokter dengan pasien pada masa pandemi merupakan dilema, karena seorang dokter kelak akan menghadapi orang yang sakit, sesuai tingkat kompetensinya. Ke depan, merupakan suatu keniscayaan agar mahasiswa pendidikan profesi dokter untuk terlibat dan ikut melihat pasien yang nyata di rumah sakit dengan alat pelindung diri maksimal, serta mengikuti protokol kesehatan,” katanya.
Menghadapi pandemi Covid-19, dengan mengacu pada regulasi Kementerian, Fakultas Kedokteran (FK) Unusa telah melakukan beberapa inovasi berbasis teknologi yang tersedia saat ini, pendidikan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan berusaha agar kompetensi yang diharapkan tetap dapat dimiliki setiap peserta didik yang akan dievaluasi pada tahap akhir pendidikan.
Dikatakannya, sebagai salah satu Fakultas Kedokteran yang masih baru, FK Unusa telah memulai langkah awal yang sangat baik dan patut kita syukuri, evaluasi akhir Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang pertama kali diikuti oleh mahasiswa FK Unusa telah menghasilkan tingkat kelulusan mencapai 100%.
Tuberkulosis Dunia
Terkait dengan bidang ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, yang mengantarkan Mulyadi memperoleh guru besar, ayah dari dua orang anak yang semuanya juga berprofesi sebagai dokter mengatakan, berkembangnya teknologi transportasi yang berakibat pada arus komoditas trans nasional baik barang, manusia dan hewan, berbagai masalah kesehatan, termasuk kesehatan respirasi menjadi tantangan tersendiri, sehingga risiko penularan berbagai macam penyakit akan semakin tinggi.
Lihat Juga :