Polimedia Kembangkan Literasi Budaya hingga Digitalisasi Perajin Kulit untuk Masyarakat Desa
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kami saat ini membangun literasi budaya betawi sehingga masyarakat lain dan wisatawan dapat melakukan eksplorasi mendalam terkait budaya betawi, added value itu yang kami kembangkan” jelas Salsa. (Baca juga; Industri Kreatif dan Digital Berkembang Pesat, Polimedia Siapkan SDM Mumpuni )
Desa Perajin Kulit
Pengembangan desa selanjutnya dilakukan di Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang yang mana terdapat lebih dari 400 perajin kulit telah menghasilkan beragam produk seperti sepatu, sendal, dompet, dan tas.
Pasarnya pun cukup baik di wilayah Sumatera dan bahkan beberapa sudah melakukan ekspor ke negeri tetangga. Meski demikian, pengelolaannya masih tradisional dan memerlukan pendampingan agar bisa naik kelas.
Ketua P2MD Desa Pasar Kemis, Megawati Rachma menjelaskan bahwa bersama 9 anggota timnya akan melakukan pengembangan terkait branding dan pemasaran dari produk kerajinan kulit tersebut. Utamanya agar produk yang dihasilkan dapat nilai tambah dan terbukanya pasar domestik, nasional, ataupun internasional.
“Kami di Pakem (Pasar Kemis) mengembangkan diglitalisasi brand dan pemasaran, agar ada nilai lebih dan memutar roda ekonominya lebih baik dari sebelumnya” jelas Mega.
Desa Perajin Kulit
Pengembangan desa selanjutnya dilakukan di Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang yang mana terdapat lebih dari 400 perajin kulit telah menghasilkan beragam produk seperti sepatu, sendal, dompet, dan tas.
Pasarnya pun cukup baik di wilayah Sumatera dan bahkan beberapa sudah melakukan ekspor ke negeri tetangga. Meski demikian, pengelolaannya masih tradisional dan memerlukan pendampingan agar bisa naik kelas.
Ketua P2MD Desa Pasar Kemis, Megawati Rachma menjelaskan bahwa bersama 9 anggota timnya akan melakukan pengembangan terkait branding dan pemasaran dari produk kerajinan kulit tersebut. Utamanya agar produk yang dihasilkan dapat nilai tambah dan terbukanya pasar domestik, nasional, ataupun internasional.
“Kami di Pakem (Pasar Kemis) mengembangkan diglitalisasi brand dan pemasaran, agar ada nilai lebih dan memutar roda ekonominya lebih baik dari sebelumnya” jelas Mega.
(wib)
Lihat Juga :