Di Tengah Pandemi Covid-19, Terlalu Risiko Jika Sekolah Kembali Dibuka
Kamis, 04 Juni 2020 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
“Jika anak stres, berikan solusi agar kebosanan tidak melanda anak. Yakinkan mereka bahwa ini adalah kondisi darurat, kita tidak harus selalu mengejar target kurikulum sekolah, tapi suasana yang dituntut saat ini adalah kreativitas, misalkan anak diajarkan mencipta puisi, suasana penuh keceriaan, persahabatan. Mari jaga faktor psikologis anak-anak kita,” paparnya.
Kak Seto menambahkan bahwa anak sama rentannya dengan lanjut usia untuk tertular covid-19. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan anak karena mereka akan berjasa untuk masa yang akan datang.
“Perhatikan kesehatan fisik dan jiwanya, ciptakan suasana semenyenangkan mungkin. Mereka bisa diajarkan cerdas tangkas, diberikan dongeng, tidak harus menulis, sambil bermain, jadi anak merasa belajar itu asyik. Orang tua juga jaga kesehatan mental, latih kesabaran, kekuatan cinta dalam mengajak anak belajar,” ujar Kak Seto. (Baca juga: Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Kembali Bertambah, Terbaru Pekerja di Jakarta)
Dia berharap orang tua tidak menganggap anak sebagai beban, tetapi sebagai sahabat yang memberikan kekuatan moril, kerja sama, dan membuat tim dalam keluarga, di mana orang tua tetap bisa bekerja dan anak tetap bisa belajar. Selain itu, tetap makan dan minum teratur, sehat, beribadah, berdoa, dan istirahat teratur.
“Kepada pemerintah, mohon berkenan mendengarkan suara masyarakat untuk menjadi bahan pertimbangan yang serius bahwa orang tua sangat khawatir. Jika terburu-buru, anak sangat rawan dan rentan terhadap virus ini. Intinya adalah keselamatan dan kesehatan anak,” ucapnya. (Iman Firmansyah)
Kak Seto menambahkan bahwa anak sama rentannya dengan lanjut usia untuk tertular covid-19. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan anak karena mereka akan berjasa untuk masa yang akan datang.
“Perhatikan kesehatan fisik dan jiwanya, ciptakan suasana semenyenangkan mungkin. Mereka bisa diajarkan cerdas tangkas, diberikan dongeng, tidak harus menulis, sambil bermain, jadi anak merasa belajar itu asyik. Orang tua juga jaga kesehatan mental, latih kesabaran, kekuatan cinta dalam mengajak anak belajar,” ujar Kak Seto. (Baca juga: Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Kembali Bertambah, Terbaru Pekerja di Jakarta)
Dia berharap orang tua tidak menganggap anak sebagai beban, tetapi sebagai sahabat yang memberikan kekuatan moril, kerja sama, dan membuat tim dalam keluarga, di mana orang tua tetap bisa bekerja dan anak tetap bisa belajar. Selain itu, tetap makan dan minum teratur, sehat, beribadah, berdoa, dan istirahat teratur.
“Kepada pemerintah, mohon berkenan mendengarkan suara masyarakat untuk menjadi bahan pertimbangan yang serius bahwa orang tua sangat khawatir. Jika terburu-buru, anak sangat rawan dan rentan terhadap virus ini. Intinya adalah keselamatan dan kesehatan anak,” ucapnya. (Iman Firmansyah)
(ysw)
Lihat Juga :