Wakili Indonesia, UI Jadi Finalis di Kompetisi Mobil Terbang Internasional di Turki
Rabu, 03 November 2021 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Untuk moda transportasi di darat, Skylark dilengkapi dengan bagian beroda sebagai tambahan dengan sistem penggerak sendiri. Saat menggunakan moda darat, sayap kendaraan dapat dilipat.
“Hal ini dimaksudkan agar Skylark memiliki dimensi lebar yang sama dengan kendaraan roda empat lain di jalan,” kata Yogasatya menjelaskan terkait desain sayap dan roda Skylark.
Skylark dirancang untuk dapat dikendarai oleh dua orang penumpang. Dilengkapi dengan berbagai sensor seperti kamera, sensor ultrasonik, dan radar yang terletak di berbagai sudut kendaraan. Berbagai sensor tersebut membantu system Skylark untuk mengidentifikasi kondisi di sekitarnya dan menentukan arah yang akan dituju.
“Skylark juga menggunakan sistem komunikasi vehicles for everything (V2X) yang dapat membantu menyediakan informasi tentang kendaraan lain dan hal-hal lain di sekitar,” kata Tristan.
Dr.-Ing. Mohammad Adhitya, pakar FTUI di bidang otomotif yang juga menjabat sebagai Manajer Kemahasiswaan dan Alumni FTUI, mengatakan, teknologi yang diangkat oleh tim flying car FTUI merupakan hasil penelitian mahasiswa akan teknologi transportasi masa depan dengan memperhatikan aspek kecepatan, keselamatan, efisiensi, otomasi dan energi hijau.
Skylark, inovasi mobil terbang rancangan mahasiswa FTUI berhasil meraih Juara 5 dari 206 tim yang ikut bertanding dalam kompetisi yang berlangsung pada 21-26 September 2021 di Istanbul Ataturk Airport, Turki.
Dengan prestasi ini, Adhitya berharap mahasiswa FTUI mampu menunjukkan kualitas mereka di tingkat dunia.
“Hal ini dimaksudkan agar Skylark memiliki dimensi lebar yang sama dengan kendaraan roda empat lain di jalan,” kata Yogasatya menjelaskan terkait desain sayap dan roda Skylark.
Skylark dirancang untuk dapat dikendarai oleh dua orang penumpang. Dilengkapi dengan berbagai sensor seperti kamera, sensor ultrasonik, dan radar yang terletak di berbagai sudut kendaraan. Berbagai sensor tersebut membantu system Skylark untuk mengidentifikasi kondisi di sekitarnya dan menentukan arah yang akan dituju.
“Skylark juga menggunakan sistem komunikasi vehicles for everything (V2X) yang dapat membantu menyediakan informasi tentang kendaraan lain dan hal-hal lain di sekitar,” kata Tristan.
Dr.-Ing. Mohammad Adhitya, pakar FTUI di bidang otomotif yang juga menjabat sebagai Manajer Kemahasiswaan dan Alumni FTUI, mengatakan, teknologi yang diangkat oleh tim flying car FTUI merupakan hasil penelitian mahasiswa akan teknologi transportasi masa depan dengan memperhatikan aspek kecepatan, keselamatan, efisiensi, otomasi dan energi hijau.
Skylark, inovasi mobil terbang rancangan mahasiswa FTUI berhasil meraih Juara 5 dari 206 tim yang ikut bertanding dalam kompetisi yang berlangsung pada 21-26 September 2021 di Istanbul Ataturk Airport, Turki.
Dengan prestasi ini, Adhitya berharap mahasiswa FTUI mampu menunjukkan kualitas mereka di tingkat dunia.
(mpw)
Lihat Juga :