Pakar IPB: Tanaman Pangan Ini Cocok bagi Penderita Diabetes dan Obesitas

Minggu, 07 November 2021 - 16:22 WIB
loading...
Pakar IPB: Tanaman Pangan...
Dosen IPB University Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Prof Evy Damayanthi. Foto/Dok/Humas IPB University
A A A
JAKARTA - Dosen IPB University Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Prof Evy Damayanthi mengatakan, pemanfaatan sumberdaya alam tanaman pangan masih menjadi perhatian terutama bagi bidang kesehatan. Tanaman porang sebagai pangan fungsional sering diteliti manfaatnya untuk mengatasi penyakit, seperti diabetes dan jantung.

Ia menyebutkan, pengujian manfaat porang bagi kesehatan sudah cukup banyak. Terutama dari jurnal internasional di China, namun jurnal dari Indonesia masih terbatas. Hal ini ia sampaikan dalam Seminar Nasional Episode-174 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia terkait prospek cerah bisnis aneka produk pangan berbasis porang, suweg, walur, dan iles-iles, beserta khasiat ampuhnya bagi kesehatan dan kecantikan (3/11/2021).

Baca juga: Lewat Animasi, Mahasiswa ITS Angkat Kekayaan Rempah Nusantara

“Porang, suweg, walur dan iles-iles merupakan tanaman dengan famili yang sama namun masih memiliki kekhasan masing-masing. Beberapa jenis tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Ketua Dewan Guru Besar IPB University ini.

Menurutnya, porang atau iles-iles memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein mineral, vitamin dan alkaloid yang cukup tinggi. Pati dalam tepung porang biasanya dihidrolisis dan dilakukan pemurnian untuk memperoleh glukomanan.

Manfaat porang, lanjutnya, erat kaitannya sebagai komponen bioaktif pangan, fitokimia, atau nutraceutical. Porang harus diolah terlebih dahulu menjadi tepung karena mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menimbulkan gatal-gatal. Porang dapat menurunkan kolesterol sehingga membantu menurunkan risiko pada penderita diabetes.

Baca juga: Pakar UGM Bagikan 8 Kunci Menjaga Gula Darah Tetap Stabil bagi Penderita Diabetes

“Jadi kalau kita pecah antara glukosa dan manosa, sebetulnya adalah monosakarida yang menghasilkan kalori. Namun dalam bentuk (konfigurasi) D saja maka akan bagus untuk menurunkan kolesterol. Kalau rutin kita makan akan terjadi resistensi insulin, demikian juga dengan radikal bebas yang terus menerus,” katanya.

Menurutnya, glukomanan dapat memperbaiki kontrol glikemik bagi penderita diabetes. Penurunan kadar glikemik harus dibarengi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Glukomanan dalam tepung porang juga memiliki potensi terapeutik untuk gangguan resistensi insulin.

“Khasiat lainnya adalah dapat meningkatkan penyerapan zat gizi pada usus kecil sehingga sensitivitas insulin meningkat. Kandungan glikemik turun secara bertahap setelah mengonsumsi biskuit glukomanan secara rutin. Dampaknya, kadar gula darah lebih terkontrol,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa zat tersebut juga mampu memperbaiki profil lipid pada penderita obesitas. Suplemen dari konyaku glukomanan efektif menurunkan kadar kolestrol jahat dalam darah. Sehingga risiko penyakit pembuluh darah seperti jantung dan stroke ikut menurun.

“Ternyata porang ini dapat membantu penurunan berat badan. Jadi karena mekanisme porang ini mampu menyerap air membentuk massa yang kental atau gel sehingga lambung kita akan merasa penuh. Karena merasa penuh, otak kita tidak akan meminta untuk mengonsumsi (makanan) lagi,” tambahnya.

Sebagai anti obesitas, porang dapat mengabsorbsi gula dan lemak lebih rendah. Suplemen glukomanan efektif untuk menurunkan berat badan pada pasien obesitas dalam kurun waktu empat bulan. Bahkan kandungan gizi, mineral dan vitaminnya tidak berubah. Glukomanan juga mampu mengatasi sembelit bila dikombinasikan dengan probiotik.

“Bagi industri kecantikan, campuran tepung porang dan bengkoang mampu meningkatkan kadar vitamin C sehingga dapat mencerahkan wajah. Selain itu bisa menghilangkan jerawat dalam bentuk pembersih wajah,” tuturnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved