Inovasi Keren Mahasiswa ITS, Bisa Hubungkan Petani Garam dengan Industri

Rabu, 10 November 2021 - 05:09 WIB
loading...
Inovasi Keren Mahasiswa...
Tampilan aplikasi Garam.id. Foto/Dok/ITS
A A A
JAKARTA - Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) yang tergabung dalam Tim Sehat berhasil melahirkan sebuah karya inovatif yakni aplikasi jual beli Garam.id. Aplikasi ini dapat membuat hasil produksi garam dalam negeri terserap sempurna, sekaligus memberikan edukasi kepada petani garam agar mampu memproduksi garam sesuai kualitas industri.

Ketiganya ialah Berliana Nur Indah Sari, Dian Permana, dan Dendi Bahranur Aulia yang merupakan sosok di balik inovasi aplikasi Garam.id. Dengan bimbingan Dr Dhany Arifianto Tim Sehat berhasil mencetak kemenangan dengan meraih perak pada Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi ( Gemastik ) XIV pada cabang lomba Pengembangan Perangkat Lunak (PPL).

Baca juga: 12 Tips Meredakan Sakit Kepala Tanpa Obat dari Universitas Nasional

Ketua Tim Berliana Nur Indah Sari mengungkapkan, Garam.id bertujuan untuk mengedukasi para petani agar dapat meningkatkan kualitas garamnya. Aplikasi ini memiliki fitur pendukung yang dapat mengidentifikasi jenis garam.

“Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan artikel dan literatur tentang kualitas garam nasional,” katanya melalui siaran pers, Selasa (9/11/2021).

Melalui fitur prakiraan iklim dan cuaca para petani garam juga bisa mengantisipasi gagal panen karena Garam.id menghubungkan para petani dengan perusahaan atau industri secara langsung.

Baca juga: Bangga, 4 Mahasiswa Unpad Ikuti Pengembangan Inovasi di Stanford University

Hal ini membuat mereka tidak perlu lagi menjual kepada tengkulak dengan harga murah. “Dengan aplikasi ini para petani garam bisa menjual garam langsung kepada industri,” tegas mahasiswa Departemen Teknik Fisika ini.

Ide tersebut berangkat dari permasalahan petani garam kampung halaman Berliana yang berada di Sumenep, Madura. Maka dari itu, Tim Sehat fokus untuk membantu petani garam agar hasil produksi garam yang akan dijual sesuai dengan kualitas industri melalui pengembangan aplikasi Garam.id.

Agar dapat memberikan bantuan secara maksimal, tim melakukan wawancara langsung dengan petani garam untuk mematangkan tujuan pembuatan aplikasi tersebut. Selain itu, tim juga membaca literatur tentang jenis garam yang mampu dihasilkan oleh petani garam.

Menurut Berliana, dalam pengerjaan aplikasi ini, timnya sempat terkendala dalam pengembangan fitur-fitur pada aplikasi. Hal ini dikarenakan pengembangan fitur pada aplikasi ini harus disesuaikan dengan kondisi lapangan, sehingga dapat memberikan kemudahan yang diinginkan.

Meskipun begitu, Tim Sehat mendapat bantuan dari banyak pihak, seperti dukungan dari dosen Departemen Teknologi Informasi ITS untuk menyempurnakan pembuatan aplikasi.

Tidak berhenti sampai di sini, Tim Sehat merencanakan aplikasi Garam.id akan menjadi batu loncatan petani garam di Indonesia. Mereka berencana untuk melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah dan paguyuban petani garam. Setelah itu, dilanjutkan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Berliana dan tim berharap dengan aplikasi ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, Garam.id juga diharapkan mampu membantu petani garam di Indonesia bekerja sama dengan pemerintah dan industri produksi.

“Semoga aplikasi ini dapat diimplementasikan untuk membantu petani garam,” tutur Berliana penuh harap.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
Wisuda ITS ke-133, Dalang...
Wisuda ITS ke-133, Dalang Muda Penerima KIP Kuliah Jadi Wisudawan Terbaik
Momen Haru Orang Tua...
Momen Haru Orang Tua Wisudawan ITS Terima Ijazah Anaknya yang Gugur saat Pengabdian
Dari Ruang Kuliah ke...
Dari Ruang Kuliah ke Solusi Nyata: Mahasiswa Rancang Prototipe Inovasi untuk Masyarakat
Lawan 9 Negara, Nawasena...
Lawan 9 Negara, Nawasena ITS Juara Dunia Desain Feri 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Panen Garam di Desa...
Panen Garam di Desa Punagaya Jeneponto
Mahasiswa UMM Ciptakan...
Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Bantu Jalan Canggih untuk Lansia dan Korban Kecelakaan
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Berita Terkini
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved