FKUI RSCM Rancang Aplikasi LupusKu untuk para Pejuang Lupus

Senin, 15 November 2021 - 14:02 WIB
loading...
FKUI RSCM Rancang Aplikasi LupusKu untuk para Pejuang Lupus
Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM meluncurkan aplikasi LupusKu. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ( FKUI ) Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) meluncurkan aplikasi LupusKu. Aplikasi seluler ini dikembangkan Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM untuk meningkatkan kepatuhan terapi anak pejuang Lupus.

Aplikasi ini bertujuan untuk pemberdayaan pasien melalui program edukasi, pencatatan gejala, dan pengobatan secara mandiri. Aplikasi ini memiliki lima fitur utama, yaitu Catatan Gejala Harian, PertumbuhanKu, PemeriksaanKu, PengobatanKu, dan Pelajari. Lupus atau odapus adalah penyakit autoimun kronik yang dapat menyerang berbagai usia, termasuk anak dan remaja.

Baca juga: UI Universitas Terbaik di Indonesia versi US News Best Global Universities 2022

Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dr. Nia Kurniati mengatakan, penyakit ini menyebabkan sistem imun tubuh tidak bekerja seperti seharusnya. Antibodi yang seharusnya menjaga kesehatan tubuh, justru berbalik menyerang tubuh sehingga terjadi peradangan atau inflamasi pada berbagai bagian tubuh seperti kulit, sendi, darah dan sistem saraf.

“Yang harus diingat adalah bahwa penyakit Lupus itu tidak menular dan tidak diketahui secara spesifik penyebabnya sampai saat ini,” ujar dr. Nia melalui siaran pers, Senin (15/11/2021).

Dokter Spesialis Ahli Alergi Imunologi FKUI, dr. Dina Muktiarti, menyatakan kepatuhan terhadap pengobatan penting dilakukan untuk mengetahui gambaran terkini kondisi pasien. Perlu adanya kontrol aktivitas penyakit untuk mencegah kerusakan organ sehingga pasien dapat meningkatkan kualitas hidupnya.



Baca juga: Ingin Berburu Beasiswa Bank Indonesia, Ini Syarat dan Tahapannya

Tidak jarang terdapat hambatan dalam proses pengobatan seperti kebiasaan pasien yang tidak meminum obat secara rutin. Untuk tujuan pengawasan inilah aplikasi LupusKu dibuat.

“Hal-hal tersebut membuat kami terinspirasi untuk membuat aplikasi ini supaya adik-adik dan keluarga dapat mengenali penyakit Lupus itu seperti apa, gejala atau respon dari pengobatannya sendiri seperti apa,” ujarnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1695 seconds (10.101#12.26)