Pakar Kesehatan UGM Sebut Penyebab Asam Lambung Naik, Ini Pemicunya
Jum'at, 19 November 2021 - 14:54 WIB
loading...
Bedah Buku Comprehensive Biomedical Science: Sistem Gastrointestinal Hepatobilier, Pankreas di UGM. Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Asam lambung bisa dialami setiap orang bahkan juga oleh mahasiswa. Kenaikan asam lambung yang berlebihan dipicu oleh banyak faktor di antaranya faktor stres, pola makan yang tidak teratur dan kondisi dinding lambung yang mengalami kerusakan.
Namun demikian, keberadaan asam lambung tetap diperlukan oleh tubuh untuk memulai proses pencernaan serta membunuh bakteri patogen yang masuk ke lambung.
Baca juga: 5 Potensi Karier Lulusan Teknik Industri dengan Penghasilan Ratusan Juta
Dr. dr. Neneng Ratnasari, SpPD., praktisi dan dokter spesialis penyakit dalam RSUP Sardjito, mengatakan penyakit asam lambung erat kaitannya dengan kondisi stres dan kecemasan. Tidak semua dipicu oleh faktor makanan atau gangguan pada lambung.
“Semua harus ada pemeriksaan penunjang. Sebagai dokter, kami harus menganamnesis dan harus ada pembuktian,” kata Neneng dalam Bedah Buku Comprehensive Biomedical Science: Sistem Gastrointestinal Hepatobilier, Pankreas dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Jumat (19/11/2021).
Neneng menyebutkan, ia sering menjumpai pasien dengan kondisi anatomis lambung yang cukup baik, namun sering mengalami kenaikan jumlah asam lambung berlebihan yang disebabkan oleh tingkat kecemasan yang tinggi. “Banyak diderita oleh pasien kita,” katanya.
Baca juga: 4 Universitas Terbaik Indonesia versi US News Best Global Universities 2022
Namun demikian, keberadaan asam lambung tetap diperlukan oleh tubuh untuk memulai proses pencernaan serta membunuh bakteri patogen yang masuk ke lambung.
Baca juga: 5 Potensi Karier Lulusan Teknik Industri dengan Penghasilan Ratusan Juta
Dr. dr. Neneng Ratnasari, SpPD., praktisi dan dokter spesialis penyakit dalam RSUP Sardjito, mengatakan penyakit asam lambung erat kaitannya dengan kondisi stres dan kecemasan. Tidak semua dipicu oleh faktor makanan atau gangguan pada lambung.
“Semua harus ada pemeriksaan penunjang. Sebagai dokter, kami harus menganamnesis dan harus ada pembuktian,” kata Neneng dalam Bedah Buku Comprehensive Biomedical Science: Sistem Gastrointestinal Hepatobilier, Pankreas dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Jumat (19/11/2021).
Neneng menyebutkan, ia sering menjumpai pasien dengan kondisi anatomis lambung yang cukup baik, namun sering mengalami kenaikan jumlah asam lambung berlebihan yang disebabkan oleh tingkat kecemasan yang tinggi. “Banyak diderita oleh pasien kita,” katanya.
Baca juga: 4 Universitas Terbaik Indonesia versi US News Best Global Universities 2022
Lihat Juga :