Jelang Tahun Ajaran Baru, Sekolah Tambah Fasilitas Pencegahan Covid-19
Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Sekolah SMA Suluh, Syaifuddin mengatakan kran air untuk cucu tangan kedepannya akan kita buat di depan setiap kelas. Menurutnya hal ini sebagai antisipasi persiapan sekolah jika kebijakan Pemrov DKI terkait pembelajaran langsung dilakukan.
Menurutnya sementara ini ada tiga opsi yang diberikan kepada sekolah. Opsi tersebut ialah 100 persen siswa masuk, 50 persen masuk dan 0 persen masuk.
"Kecamatan Pasar Minggu termasuk zona merah sehingga tidak mungkin 100 persen masuk. Kemungkinan 50 persen. Itupun akan dibagi pagi dan sore atau rentang hari," jelas Syaifuddin.
Dia mengkalkulasikan, jika opsi yang dipilih jumlah anak 50 persen masuk. Maka di tiap kelas yang biasanya ada 36 anak perkelas menjadi hanya 18 anak. Tentu apabila opsi ini yang dipilih, maka semua tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 seperti pemeriksaan suhu tubuh, pemakaian masker juga edukasi soal jaga jarak.
Belajar di rumah sudah dilakukan selama tiga bulan, tidak ada perbedaan dalam hal pengajaran. Setiap hari anak-anak belajar bersama melalui berbagai platform online. Untuk urusan biaya SPP pun tidak ada potongan. "Namun nanti diakhir semester akan dievaluasi siapa siswa yang tidak bayar SPP akibat terdamapak Covid-19. Sekolah akan bantu dan setiap siswa akan berbeda jumlahnya dalam menerima bantuan dari sekolah " ungkapnya. (Baca juga: Budi Hartono Bersama 10 Anak Bertahan di Rumah Hampir Roboh)
Berbeda dengan SMA Suluh, Yayasan Al-Azhar akan memberikan potongan untuk biaya SPP siswanya per bulan. Nor Kaerudin Direktur Pendidikan Yayasan Al-Azhar mengatakan, mereka ikut berempati dengan keadaan saat ini sehingga turut memberikan keringanan bagi orangtua mulai bayaran bulan Mei lalu.
Menurutnya sementara ini ada tiga opsi yang diberikan kepada sekolah. Opsi tersebut ialah 100 persen siswa masuk, 50 persen masuk dan 0 persen masuk.
"Kecamatan Pasar Minggu termasuk zona merah sehingga tidak mungkin 100 persen masuk. Kemungkinan 50 persen. Itupun akan dibagi pagi dan sore atau rentang hari," jelas Syaifuddin.
Dia mengkalkulasikan, jika opsi yang dipilih jumlah anak 50 persen masuk. Maka di tiap kelas yang biasanya ada 36 anak perkelas menjadi hanya 18 anak. Tentu apabila opsi ini yang dipilih, maka semua tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 seperti pemeriksaan suhu tubuh, pemakaian masker juga edukasi soal jaga jarak.
Belajar di rumah sudah dilakukan selama tiga bulan, tidak ada perbedaan dalam hal pengajaran. Setiap hari anak-anak belajar bersama melalui berbagai platform online. Untuk urusan biaya SPP pun tidak ada potongan. "Namun nanti diakhir semester akan dievaluasi siapa siswa yang tidak bayar SPP akibat terdamapak Covid-19. Sekolah akan bantu dan setiap siswa akan berbeda jumlahnya dalam menerima bantuan dari sekolah " ungkapnya. (Baca juga: Budi Hartono Bersama 10 Anak Bertahan di Rumah Hampir Roboh)
Berbeda dengan SMA Suluh, Yayasan Al-Azhar akan memberikan potongan untuk biaya SPP siswanya per bulan. Nor Kaerudin Direktur Pendidikan Yayasan Al-Azhar mengatakan, mereka ikut berempati dengan keadaan saat ini sehingga turut memberikan keringanan bagi orangtua mulai bayaran bulan Mei lalu.
Lihat Juga :