674 Guru Ikuti Webinar Basic Counseling Skill Atasi Kecemasan Anak Jelang PTM
Senin, 22 November 2021 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Melalui Webinar Basic Counseling Skill, Satkaara Berbagi membantu para guru untuk mendalami kecemasan akademik serta metode konseling yang tepat untuk mengatasinya. Dalam paparannya, Nanda menjelaskan guru sebagai pendamping harus berperan menjadi konselor. Artinya, mampu mendengarkan secara aktif yaitu memberikan kesempatan bagi murid untuk mengeluarkan pikiran dan perasaannya, lalu memberikan umpan balik.
Nanda juga menekankan para guru untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat murid enggan terbuka soal kecemasannya. Mulai dari argumentasi, menggurui sampai menghakimi. Menurutnya konselor yang baik juga harus memiliki empati, ketulusan (Genuine) serta sikap menghargai nilai-nilai yang dimiliki murid apa adanya (Unconditional Positive Regard).
Penerapan metode tersebut saat konseling akan membuat murid merasa diperhatikan, didukung sehingga bisa lebih nyaman untuk menceritakan kecemasan yang dialaminya. Terjalinnya komunikasi yang saling mendukung ini, akan mempermudah guru dalam membantu murid mencari solusi dari masalah yang mereka hadapi selama masa transisis PTM.
Sebagai mitra pelaksana Rangkaian Program Webinar Satkaara Berbagi 2021, RGBK pun menyambut positif antusiasme dari para guru. Kepedulian Satkaara Berbagi terhadap permasalahan di masa peralihan PJJ ke PTM ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dalam melakukan basic counseling skill yang berdampak pada bagaimana guru akan membangun hubungan positif dengan murid-muridnyanya.
“Melalui rangkaian webinar ini, para guru dapat memperoleh banyak manfaat tentang rentannya kondisi psikologis murid dan guru memasuki PTM dari para narasumer yang kompeten. Semoga kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala untuk menambah skill dan knowledge dari para guru,” ungkap Ana Susanti.
Nanda juga menekankan para guru untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat murid enggan terbuka soal kecemasannya. Mulai dari argumentasi, menggurui sampai menghakimi. Menurutnya konselor yang baik juga harus memiliki empati, ketulusan (Genuine) serta sikap menghargai nilai-nilai yang dimiliki murid apa adanya (Unconditional Positive Regard).
Penerapan metode tersebut saat konseling akan membuat murid merasa diperhatikan, didukung sehingga bisa lebih nyaman untuk menceritakan kecemasan yang dialaminya. Terjalinnya komunikasi yang saling mendukung ini, akan mempermudah guru dalam membantu murid mencari solusi dari masalah yang mereka hadapi selama masa transisis PTM.
Sebagai mitra pelaksana Rangkaian Program Webinar Satkaara Berbagi 2021, RGBK pun menyambut positif antusiasme dari para guru. Kepedulian Satkaara Berbagi terhadap permasalahan di masa peralihan PJJ ke PTM ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dalam melakukan basic counseling skill yang berdampak pada bagaimana guru akan membangun hubungan positif dengan murid-muridnyanya.
“Melalui rangkaian webinar ini, para guru dapat memperoleh banyak manfaat tentang rentannya kondisi psikologis murid dan guru memasuki PTM dari para narasumer yang kompeten. Semoga kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala untuk menambah skill dan knowledge dari para guru,” ungkap Ana Susanti.
(mpw)
Lihat Juga :