QS Higher Education: ITB Universitas yang Konsisten Tingkatkan Performa
Jum'at, 26 November 2021 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Dibutuhkan institusi yang memiliki fokus jangka panjang, objektif strategis, dan biasanya mereka yang melampaui objektif strategis tersebut dengan cara yang bukan dengan tujuan menaikkan peringkatnya semata-mata, melainkan fokus dalam menunjukkan identitas khas dan misi mereka. Kisah sukses yang disebutkan adalah ITB.
Menurut Senior Vice President QS Quacquarelli Symonds Ben Sowter, ITB meningkatkan performanya secara konsisten dari tahun ke tahun. ITB berada di peringkat 461-470 pada 2014 dan sekarang telah mencapai peringkat 303.
Cara ITB terus meningkatkan performanya adalah dengan memfokuskan pada indikator ITB yang paling kuat yaitu indikator reputasi akademis. Indikator ini dipenuhi dengan survei selama 5 tahun dengan respons yang mencapai 130.000.
Reputasi akademik ini meliputi banyak variabel seperti kejelasan dari brand, kekhasan dari identitas institusi, bagaimana institusi memperlakukan tenaga pendidik dan mahasiswanya yang mengarah ke hal-hal positif, kesempatan dalam berkolaborasi, daya tarik kepada calon mahasiswa, dan tingkat kemampuan bekerja dari para alumninya.
“Walaupun ini membahas mengenai reputasi akademik, kami tetap melihat hasil-hasil riset yang juga interdependen dengan performa institusional,” kata Sowter dalam webinar tersebut dikutip dari laman resmi ITB, Jumat (26/11/2021).
Terdapat beberapa poin penting yang disampaikan Ben Sowter mengenai pemilihan ITB sebagai contoh kisah keberhasilan universitas Asia Tenggara, yaitu:
1. Memilih fokus jangka panjang dan tujuan strategis yang nyata,
Menurut Senior Vice President QS Quacquarelli Symonds Ben Sowter, ITB meningkatkan performanya secara konsisten dari tahun ke tahun. ITB berada di peringkat 461-470 pada 2014 dan sekarang telah mencapai peringkat 303.
Cara ITB terus meningkatkan performanya adalah dengan memfokuskan pada indikator ITB yang paling kuat yaitu indikator reputasi akademis. Indikator ini dipenuhi dengan survei selama 5 tahun dengan respons yang mencapai 130.000.
Reputasi akademik ini meliputi banyak variabel seperti kejelasan dari brand, kekhasan dari identitas institusi, bagaimana institusi memperlakukan tenaga pendidik dan mahasiswanya yang mengarah ke hal-hal positif, kesempatan dalam berkolaborasi, daya tarik kepada calon mahasiswa, dan tingkat kemampuan bekerja dari para alumninya.
“Walaupun ini membahas mengenai reputasi akademik, kami tetap melihat hasil-hasil riset yang juga interdependen dengan performa institusional,” kata Sowter dalam webinar tersebut dikutip dari laman resmi ITB, Jumat (26/11/2021).
Terdapat beberapa poin penting yang disampaikan Ben Sowter mengenai pemilihan ITB sebagai contoh kisah keberhasilan universitas Asia Tenggara, yaitu:
1. Memilih fokus jangka panjang dan tujuan strategis yang nyata,
Lihat Juga :