Promosikan Bahasa Indonesia, 12 Negara Ikut Kompetisi Mendongeng SEAQIL
Sabtu, 11 Desember 2021 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Anang menuturkan, para pengajar BIPA merupakan duta diplomasi bangsa, tidak hanya dalam membuat Bahasa Indonesia mendunia, tapi juga memajukan bidang kebudayaan dan teknologi. Kompetisi mendongeng cerita BIPA menampilkan enam tim yang berkompetisi dalam penampilan langsung.
Yaitu: dua tim berasal dari institusi penyelenggara BIPA di Filipina, yaitu KBRI Manila dan Neuva Ecija University of Science and Technology; dua tim berasal dari Hochschule Konstanz für Technik, Wirtschaft und Gestaltung, Jerman; serta dua tim berasal Universitas Sanata Dharma dan Universitas Mahasaraswati Denpasar, Indonesia.
Seluruh finalis menunjukkan kebolehannya di hadapan dewan juri. Diuraikan Anik, para pemenang dalam kompetisi ini akan mendapatkan uang pembinaan dengan total Rp10,5 juta.
Acara juga dihadiri perwakilan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina, Jepang, Jerman, Mesir, Rusia, Turki, dan Vietnam, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Persatuan Emirat Arab. Lomba ini didukung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, serta sejumlah perguruan tinggi mitra dan lembaga lainnya.
SEAQIL merupakan salah satu pusat regional dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan berfokus pada pengembangan kualitas Guru BIPA serta Bahasa Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin, serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, jejaring, dan pelayanan lainnya.
Yaitu: dua tim berasal dari institusi penyelenggara BIPA di Filipina, yaitu KBRI Manila dan Neuva Ecija University of Science and Technology; dua tim berasal dari Hochschule Konstanz für Technik, Wirtschaft und Gestaltung, Jerman; serta dua tim berasal Universitas Sanata Dharma dan Universitas Mahasaraswati Denpasar, Indonesia.
Seluruh finalis menunjukkan kebolehannya di hadapan dewan juri. Diuraikan Anik, para pemenang dalam kompetisi ini akan mendapatkan uang pembinaan dengan total Rp10,5 juta.
Acara juga dihadiri perwakilan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina, Jepang, Jerman, Mesir, Rusia, Turki, dan Vietnam, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Persatuan Emirat Arab. Lomba ini didukung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, serta sejumlah perguruan tinggi mitra dan lembaga lainnya.
SEAQIL merupakan salah satu pusat regional dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan berfokus pada pengembangan kualitas Guru BIPA serta Bahasa Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin, serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, jejaring, dan pelayanan lainnya.
(mpw)
Lihat Juga :