APJIKI-UNJ Kolaborasi Gelar Workshop Pengajuan Indeksasi Jurnal di DOAJ

Rabu, 22 Desember 2021 - 17:33 WIB
loading...
APJIKI-UNJ Kolaborasi...
APJIKI kolaborasi dengan Prodi Ilmu Komunikasi UNJ meyelenggarakan Workshop Indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ). Foto/Dok/Humas APJIKI
A A A
JAKARTA - Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia ( APJIKI ) kolaborasi dengan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meyelenggarakan Workshop Indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ).

Indeksasi Jurnal DOAJ merupakan direktori online menyediakan akses ke jurnal yang berkualitas. Jurnal yang terindeks DOAJ mempunyai daya tarik tersendiri bagi calon penulis jurnal.

Baca juga: Rektor UI Kembali Lantik 4 Dekan, Lokomotif Menuju Transformasi UI

DOAJ semakin popular di Indonesia sejak pengindeks ini dimasukan dalam kriteria pengindeks sedang, berdasarkan pedoman akreditasi Jurnal dan PAK (Penilaian Angka Kredit) khususnya bagi dosen. Namum memiliki, indeksasi DOAJ merupakan perjuangan bagi pengelola jurnal yang ada di Indonesia.

Ketua APJIKI Dr. Puji Lestari, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselengggarakan dalam memenuhi kualitas jurnal ilmu komunikasi. Sebab, tuntutan publikasi ilmiah yang semakin tinggi dikalangan akademisi dan peneliti.

“Diharapkan Jurnal Ilmu Komunikasi yang terindeks DOAJ dapat memenuhi kebutuhan publikasi skripsi, tesis dan disertasi. Selain itu memenuhi kebutuhan publikasi dari penelitian hibah Kementrian, juga meningkatkan jabatan fungsional dosen dan peneliti” Ujar Puji Lestari.

Baca juga: Nadiem: KIP Kuliah Merdeka Bantu Mahasiswa Kuliah di Prodi Unggulan

APJIKI yang didirikan pada 2017, saat ini jumlahnya lebih dari 130 penerbit jurnal komunikasi di seluruh Indonesia, berusaha meningkatkan kualitas-kualitas jurnal Ilmu komunikasi.

“Apalagi saat ini, jurnal yang terindeks DOAJ dapat tambahan nilai 6 poin, ketika jurnal tersebut di ajukan akreditasi ke ARJUNA, sehingga semakin menunjukkan pentingnya indeksasi jurnal ke DOAJ,” tambah Yuliyanto Budi Setiawan, Ketua panitia sekaligus Editor in Chief Jurnal The Messenger.

Workshop yang diselenggarakan secara online melalui ruang zoom tersebut menghadirkan pemateri dari DOAJ Ambassador DOAJ untuk Indonesia/Voluntary Editor DOAJ, Ikhawan Arief, ST, M.Sc.

Pada pemaparannya, Ikhwan Arief mengungkapkan ada beberapa persayaratan yang harus di capai oleh para pengelola jurnal yang ingin mengajukan indeksasi DOAJ, Jurnal dapat berbahasa apapun termasuk bahasa Indonesia, publikasi minimal 5 artikel per-edisi atau bagi pengelola yang baru mengajukan dapat mengajukan indeksasi DOAJ dengan minimal terdapat 10 artikel di OJS nya.

“Peran serta para pengelola dalam pengajuan DOAj sangat penting, alamat email aktif haruslah diperhatikan, harus mempergunakan email institusi, ada beberapa kasus para pengelola yang mengajukan indeksasi DOAJ, akan tetapi mencantumkan alamat email yang tidak terlalu aktif, sehingga memperlambat respon,” Ujar Ikhwan.

Peserta yang hadir pada workshop ini berjumlah 45 peserta, yang terdiri dari pengelola jurnal yang tergabung dalam APJIKI, serta peserta umum antara lain dari dosen serta peneliti. Acara ini dimoderatori oleh Dr. Nia Sarinastiti.

Salah seorang peserta, Xenia Angelica Wijayanto, managing editor Communicare, Journal of Communication Studies Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menyatakan kemanfaatan kegiatan tersebut “Acara ini memberikan insight yang sangat bermanfaat untuk pengembangan jurnal Komunikasi di Indonesia, menuju jurnal berskala Internasional.”

Di akhir pemaparannya, pemateri melakukan review kepada Jurnal yang pengajuan jurnal ke DOAJ sempat ditolak, selain itu narasuber menyatakan pentingnya bagi jurnal-jurnal ilmu komunikasi agar masuk ke dalam indeksasi jurnal ilmiah DOAJ, agar tahapan menjadi jurnal yang lebih maju dan bereputasi dapat tercapai.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Rekomendasi
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved