Peneliti IPB Kembangkan Inventpro untuk Test PCR Cepat dan Murah
Rabu, 22 Desember 2021 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
“Sensitivitasnya telah teruji pada berbagai pemeriksaan pendeteksian virus, termasuk secara spesifik teruji pada deteksi SARS CoV-2, virus penyebab COVID-19. Saat kami sandingkan pemeriksaan side-by-side dengan produk komersial kualitas premium, hasilnya sangat baik” ujar Dr Joko Pamungkas melalui siaran pers, Rabu (22/12/2021).
Berdasarkan riset yang telah dilakukan, periode simpan pada suhu yang direkomendasikan, telah diuji dan terbukti dapat mempertahankan fungsinya dalam sintesis DNA komplementer. Pada suhu tersebut, enzim tetap terjaga dengan baik selama minimum dua tahun.
Karena produksi dilakukan di dalam negeri, enzim RT inventpro®️ mudah diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau. Kata Dr Joko, produk ini juga diandalkan keunggulannya sebagai pendongkrak TKDN alias Tingkat Komponen Dalam Negeri untuk produk dalam negeri lain yang memanfaatkannya.
“Ketersediaan enzim ini akan meningkatkan pengetahuan di bidang biologi molekuler, karena bersama dengan enzim lain, memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan teknik cloning serta perunutan dan karakterisasi RNA,” terang Dr Joko Pamungkas, pakar Virologi dari IPB University.
Saat ini, lanjut Dr Joko Pamungkas, ketersediaan enzim RT sepenuhnya disuplai oleh pihak industri komersial luar negeri. Sehingga, semua kegiatan penelitian maupun pemanfaatan enzim RT di Indonesia sangat bergantung kepada impor reagensia ini. Keadaan ini kurang menguntungkan dan membuat ketergantungan atas enzim RT sepenuhnya dari luar negeri.
Berdasarkan riset yang telah dilakukan, periode simpan pada suhu yang direkomendasikan, telah diuji dan terbukti dapat mempertahankan fungsinya dalam sintesis DNA komplementer. Pada suhu tersebut, enzim tetap terjaga dengan baik selama minimum dua tahun.
Karena produksi dilakukan di dalam negeri, enzim RT inventpro®️ mudah diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau. Kata Dr Joko, produk ini juga diandalkan keunggulannya sebagai pendongkrak TKDN alias Tingkat Komponen Dalam Negeri untuk produk dalam negeri lain yang memanfaatkannya.
“Ketersediaan enzim ini akan meningkatkan pengetahuan di bidang biologi molekuler, karena bersama dengan enzim lain, memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan teknik cloning serta perunutan dan karakterisasi RNA,” terang Dr Joko Pamungkas, pakar Virologi dari IPB University.
Saat ini, lanjut Dr Joko Pamungkas, ketersediaan enzim RT sepenuhnya disuplai oleh pihak industri komersial luar negeri. Sehingga, semua kegiatan penelitian maupun pemanfaatan enzim RT di Indonesia sangat bergantung kepada impor reagensia ini. Keadaan ini kurang menguntungkan dan membuat ketergantungan atas enzim RT sepenuhnya dari luar negeri.
(mpw)
Lihat Juga :