Kurikulum Prototipe akan Tetap Dijalankan, Ini Respons Ketua Komisi X DPR
Kamis, 23 Desember 2021 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
“Pun juga di kemampuan literasi maupun sains. Ini tentu indikasi jika memang kita harus adaptive dalam implementasi penggunaan kurikulum terutama di masa kedaruratan pandemi Covid-19,” tambahnya.
Syaiful berpendapat, adaptasi pola pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi terbaru mutlak diperlukan. Sebab saat ini terjadi berbagi disrupsi di ragam bidang. Sebab jika pola pendidikan tidak disesuaikan maka siswa akan terus tertinggal. Terlebih di situasi pandemic seperti ini di mana kurikulum pendidikan harus benar-benar adaptif terhadap perubahan.
Dia melanjutkan, memang ada potensi gap hasil capaian belajar antar satuan pendidikan yang menggunakan kurikulum berbeda. Maka di sini perlu ada afirmasi Kemendikbudristek untuk melakukan advokasi agar satuan pendidikan bisa menggunakan kurikulum terbaik yang terbukti bisa meningkatkan kemampuan esensial siswa.
“Afirmasi ini bisa dilakukan sesuai kesulitan dari satuan pendidikan. Jika memang satuan pendidikannya lemah di kualitas guru dalam menerapkan kurikulum prototipe atau kurikulum darurat maka kualitas itu yang harus ditingkatkan,” katanya.
Jika kelemahannya pada penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang harus dibantu disediakan sarana pendukung tersebut dan lain sebagainya.
Syaiful berpendapat, adaptasi pola pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi terbaru mutlak diperlukan. Sebab saat ini terjadi berbagi disrupsi di ragam bidang. Sebab jika pola pendidikan tidak disesuaikan maka siswa akan terus tertinggal. Terlebih di situasi pandemic seperti ini di mana kurikulum pendidikan harus benar-benar adaptif terhadap perubahan.
Dia melanjutkan, memang ada potensi gap hasil capaian belajar antar satuan pendidikan yang menggunakan kurikulum berbeda. Maka di sini perlu ada afirmasi Kemendikbudristek untuk melakukan advokasi agar satuan pendidikan bisa menggunakan kurikulum terbaik yang terbukti bisa meningkatkan kemampuan esensial siswa.
“Afirmasi ini bisa dilakukan sesuai kesulitan dari satuan pendidikan. Jika memang satuan pendidikannya lemah di kualitas guru dalam menerapkan kurikulum prototipe atau kurikulum darurat maka kualitas itu yang harus ditingkatkan,” katanya.
Jika kelemahannya pada penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang harus dibantu disediakan sarana pendukung tersebut dan lain sebagainya.
(mpw)
Lihat Juga :