Pakar IPB Ungkap Alasan Kenapa Chef Mayoritas Pria daripada Wanita
Jum'at, 24 Desember 2021 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah Anak IPS Favorit dengan Prospek Kerjanya yang Luas
Menurutnya, laki-laki atau perempuan menjadi chef itu tidak ada ketentuan. Tapi memang diakui bahwa laki-laki itu lebih konsisten. Karena dia tidak terpengaruh dengan siklus metabolisme yang bervariasi.
“Untuk menghasilkan produk pangan yang sama dari hari ke hari itu perlu konsistensi. Itu yang mungkin bisa jadi kecenderungan kenapa banyak chef itu laki-laki,” terangnya.
Sementara itu, dalam materinya yang berjudul Peranan Ilmu Sensori dalam Pengembangan Produk di Industri Pangan, Prof Dede juga menjelaskan terkait ilmu sensori dan metode ujinya dalam industri pangan.
Menurutnya, saat ini sudah banyak metode uji sensori (lebih dari 30 metode). Dan metode-metode ini lebih banyak yang kuantitatif dibandingkan metode kualitatif.
“Pada beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran paradigma penggunaan instrumen uji sensori dari panel terlatih menjadi panel konsumen. Hal tersebut disukai oleh industri pangan, karena konsumen adalah pengguna akhir dari produk yang dihasilkan,” ujarnya.
Menurutnya, laki-laki atau perempuan menjadi chef itu tidak ada ketentuan. Tapi memang diakui bahwa laki-laki itu lebih konsisten. Karena dia tidak terpengaruh dengan siklus metabolisme yang bervariasi.
“Untuk menghasilkan produk pangan yang sama dari hari ke hari itu perlu konsistensi. Itu yang mungkin bisa jadi kecenderungan kenapa banyak chef itu laki-laki,” terangnya.
Sementara itu, dalam materinya yang berjudul Peranan Ilmu Sensori dalam Pengembangan Produk di Industri Pangan, Prof Dede juga menjelaskan terkait ilmu sensori dan metode ujinya dalam industri pangan.
Menurutnya, saat ini sudah banyak metode uji sensori (lebih dari 30 metode). Dan metode-metode ini lebih banyak yang kuantitatif dibandingkan metode kualitatif.
“Pada beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran paradigma penggunaan instrumen uji sensori dari panel terlatih menjadi panel konsumen. Hal tersebut disukai oleh industri pangan, karena konsumen adalah pengguna akhir dari produk yang dihasilkan,” ujarnya.
Lihat Juga :