Peneliti ITB-Universitas Jember Gali Potensi Alam di Kota Seribu Gumuk
Sabtu, 25 Desember 2021 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Top 5 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi THE WUR 2022
Persebaran Gumuk di Kabupaten Jember
Dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Mohamad Nur Heriawan, Ph.D. membagikan penelitian yang telah dilakukan dalam Rubrik Rekacipta ITB edisi 21 Desember 2021. Ia merupakan dosen sekaligus peneliti yang tergabung dalam kelompok Keahlian Eksplorasi Sumber Daya Bumi.
Heriawan mengatakan, survei lapangan pertama diselenggarakan pada 30 Maret–21 April 2021 di bawah pendampingan PT Sedaya Berkah Sentosa (SBS). Perusahaan ini adalah salah satu pemilik IUP (izin usaha pertambangan) batuan di Kabupaten Jember. Survei ini bertujuan untuk memetakan persebaran gumuk.
Wilayah persebaran ini dibagi menjad tiga, yaitu wilayah utara yang terdiri dari Sukowono dan Sumberjambe; wilayah tengah yang terdiri dari Ledokombo, Kalisat, dan Pakusari; dan wilayah selatan yang terdiri dari Mayang, Kalisat, dan Sumbersari.
“Melalui survei ini, dilakukan pula pengambilan sampel fragmen batuan yang diambil dari 13 lokasi yang diteliti di Laboratorium Mineralog, Mikroskopi, dan Geokimia FTTM ITB. Kemudian, sampel ini dianalisis petrografi untuk mengetahui jenis haman penyusun gumuk. Berdasarkan penelitian, ada dua jenis material penyusun gumuk ini, yaitu breksi tufaan dan pasir tufaan,” jelasnya seperti dilansir dari laman resmi ITB, Sabtu (25/12/2021).
Ia melanjutkan, menurut Peta Geologi Lembar Jember (1992), wilayah penelitian ini dibagi menjadi tiga formasi batuan, yaitu Formasi Bagor, Formasi Gunug Api Raung, dan Tufa Argopuro. Penelitian terkait penyebaran gumuk pernah dilkukan oleh NASA melalui citra SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) pada tahun 2000.
Persebaran Gumuk di Kabupaten Jember
Dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Mohamad Nur Heriawan, Ph.D. membagikan penelitian yang telah dilakukan dalam Rubrik Rekacipta ITB edisi 21 Desember 2021. Ia merupakan dosen sekaligus peneliti yang tergabung dalam kelompok Keahlian Eksplorasi Sumber Daya Bumi.
Heriawan mengatakan, survei lapangan pertama diselenggarakan pada 30 Maret–21 April 2021 di bawah pendampingan PT Sedaya Berkah Sentosa (SBS). Perusahaan ini adalah salah satu pemilik IUP (izin usaha pertambangan) batuan di Kabupaten Jember. Survei ini bertujuan untuk memetakan persebaran gumuk.
Wilayah persebaran ini dibagi menjad tiga, yaitu wilayah utara yang terdiri dari Sukowono dan Sumberjambe; wilayah tengah yang terdiri dari Ledokombo, Kalisat, dan Pakusari; dan wilayah selatan yang terdiri dari Mayang, Kalisat, dan Sumbersari.
“Melalui survei ini, dilakukan pula pengambilan sampel fragmen batuan yang diambil dari 13 lokasi yang diteliti di Laboratorium Mineralog, Mikroskopi, dan Geokimia FTTM ITB. Kemudian, sampel ini dianalisis petrografi untuk mengetahui jenis haman penyusun gumuk. Berdasarkan penelitian, ada dua jenis material penyusun gumuk ini, yaitu breksi tufaan dan pasir tufaan,” jelasnya seperti dilansir dari laman resmi ITB, Sabtu (25/12/2021).
Ia melanjutkan, menurut Peta Geologi Lembar Jember (1992), wilayah penelitian ini dibagi menjadi tiga formasi batuan, yaitu Formasi Bagor, Formasi Gunug Api Raung, dan Tufa Argopuro. Penelitian terkait penyebaran gumuk pernah dilkukan oleh NASA melalui citra SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) pada tahun 2000.
Lihat Juga :