Kemendikbudristek Klaim Kurikulum Darurat Kurangi Dampak Learning Loss
Rabu, 29 Desember 2021 - 12:49 WIB
loading...
Sekjen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti dalam YouTube Kemenko PMK, Rabu (29/12). Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi ( Kemendikbudristek ) Suharti menyebut nilai numerasi dan literasi dalam pembelajaran merosot akibat pandemi Covid-19. Namun, ia mengklaim bahwa kurikulum darurat mengurangi dampak learning loss atau kehilangan pembelajaran.
"Ini contoh dari hasil yang kami lakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum darurat . Jadi kurikulum darurat sudah terbukti mengurangi dampak learning loss atau kehilangan pembelajaran yang cukup signifikan lebih dari empat bulan kalau dalam hitungan waktunya," kata Suharti dalam YouTube Kemenko PMK, Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Darurat Guru PNS, 50% Tenaga Kependidikan di Sekolah Negeri Non-PNS
"Jika tidak terjadi pandemi maka nilai misalnya untuk numerasi bisa mencapai 522 dan literasi 583. Tapi, karena pandemi jauh sekali turunnya," imbuhnya.
Suharti pun mengatakan bahwa sekolah dengan kurikulum darurat telah mengkompres atau memilih materi yang sangat penting dalam proses pembelajaran.
"Nah sekolah-sekolah yang melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum darurat yang sudah di kompres di pilih materi yang memang sangat penting terkait literasi dan numerasi bisa meningkatkan kinerjanya cukup baik," ujarnya.
Baca juga: SKB 4 Menteri Terbaru, Januari 2022 Sekolah Wajib Gelar PTM Terbatas
Lebih lanjut, Suharti menuturkan sudah menjadi tugas Kemendikbudristek untuk memastikan pembelajaran saat pandemi Covid-19 terus berjalan.
"Terkait pemulihan pembelajaran ini sangat relevan dengan tugas Kemendikbudristek untuk memastikan bahwa pembelajaran selama pandemi ini tetap harus berjalan," pungkasnya.
"Ini contoh dari hasil yang kami lakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum darurat . Jadi kurikulum darurat sudah terbukti mengurangi dampak learning loss atau kehilangan pembelajaran yang cukup signifikan lebih dari empat bulan kalau dalam hitungan waktunya," kata Suharti dalam YouTube Kemenko PMK, Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Darurat Guru PNS, 50% Tenaga Kependidikan di Sekolah Negeri Non-PNS
"Jika tidak terjadi pandemi maka nilai misalnya untuk numerasi bisa mencapai 522 dan literasi 583. Tapi, karena pandemi jauh sekali turunnya," imbuhnya.
Suharti pun mengatakan bahwa sekolah dengan kurikulum darurat telah mengkompres atau memilih materi yang sangat penting dalam proses pembelajaran.
"Nah sekolah-sekolah yang melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum darurat yang sudah di kompres di pilih materi yang memang sangat penting terkait literasi dan numerasi bisa meningkatkan kinerjanya cukup baik," ujarnya.
Baca juga: SKB 4 Menteri Terbaru, Januari 2022 Sekolah Wajib Gelar PTM Terbatas
Lebih lanjut, Suharti menuturkan sudah menjadi tugas Kemendikbudristek untuk memastikan pembelajaran saat pandemi Covid-19 terus berjalan.
"Terkait pemulihan pembelajaran ini sangat relevan dengan tugas Kemendikbudristek untuk memastikan bahwa pembelajaran selama pandemi ini tetap harus berjalan," pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :