Alumni ITB Dirikan Superconnection, Dorong Indonesia Go Global

Rabu, 05 Januari 2022 - 12:21 WIB
loading...
Alumni ITB Dirikan Superconnection,...
Pertemuan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam komunitas Superconnetion di Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A A A
JAKARTA - Ribuan alumni Institut Teknologi Bandung ( ITB ) membangun komunitas Superconnection, mewadahi 16 klaster ekonomi, teknologi, sosial, pendidikan, dan lainnya. Komunitas ini dibangun untuk mendorong Indonesia go global.

Secara legal, komunitas ini telah dilakukan pencatatan di akta notaris menjadi Yayasan Superconnection Inovasi Insani pada Selasa (4/1/2022). Walaupun, komunitas ini telah mulai dibangun sejak April 2021 lalu.

Baca juga: Inilah Sederet Pejabat Lulusan ITB, Cerdas dan Kaya Raya

"Sebetulnya kami sudah terkoneksi atau saling terhubung cukup lama, tapi baru dilegalkan saat ini. Gaungnya dimulai April 2021 lalu. Superconnection lahir dari para alumni ITB yang ingin berkontribusi bagi masyarakat Indonesia dalam bentuk nyata," jelas Ketua Yayasan Superconnection Sri Wulandari Retno.

Saat ini, kata dia, telah ada 16 klaster di bawah Superconnection. Bergerak di berbagai bidang seperti teknologi, pendidikan, kebudayaan, dan inovasi, pengembangan UMKM, industri, dan lainnya. Pihaknya juga telah menginisiasi lahirnya teknologi batrai, motor listrik, kendaraan listrik, dan lainnya.

"Harapan ke depan bisa menjadi holding company. Kami ingin partisipasi aktif secara global. Tak hanya melibatkan alumni ITB tetapi masyarakat luas," jelas dia.

Baca juga: Bingung Pilih Jurusan? Ini 10 Jurusan Kuliah IPA yang Bisa Jadi Pertimbangan

Sementara itu, penggagas Superconnection I Made Dana M.Tangkas mengatakan, pihaknya mendorong sepenuhnya terbentuknya yayasan ini, dengan target menjadi holding company yang membawahi beberapa bidang. Terutama dalam pengembangan bisnis, UMKM, inovasi teknologi, dan lainnya.

"Semua nanti kami integrasikan dari industri, suply chain, oftaker, marketing, dan lainnya. Kami juga mengembangkan industri manufaktur. Supaya masyarakat kita bisa bekerja memanfaatkan SDA di Indonesia," jelas dia.

Melalui komunitas ini, pihaknya berharap bisa mendukung program pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam percepatan recovery ekonomi. Apalagi tahun 2022 ini momentum yang baik sekali untuk bangkit dan tumbuh membantu mayarakat dalam pengembangan teknologi, industri, dan bisnis.

"Kami akan kerja sama banyak pihak, baik UMKM, pemerintah pusat, daerah, dan lainnya. Bagaimana peneliti dan tokoh di super conection bisa bangun bisnis dan dorong riset di Indonesia, sehingga Indonesia bisa lepas dari midle income, karena pendapatan kita masih USD4.000 per kapita," imbuh dia.



Pembina Yayasan Superconnetion Ahmad Nasir Budiman mengaku, bahwa sinergi antar pihak itu akan memberi dampak besar ketimbang hanya berjalan sendiri. Alumni ITB ini sudah puNua basik kuat, tinggal bagaimana sinergikan ini.

"Alumni ITB ini punya garapan masing masing. Seperti pengembangan pendidikan, agama, sosial, ekonomi, dan lainnya. Makanya perlu disinergikan agar Indonesia bisa mendunia. Inilah tujuan dari kami semua para alumni ITB," imbuh dia.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Diterima di ITB, Siswa...
Diterima di ITB, Siswa MAN IC Serpong Pecahkan Rekor Nasional Skor PK UTBK 2026
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Jejak Pendidikan Jumhur...
Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
ITB Naik Peringkat di...
ITB Naik Peringkat di THE Asia University Rankings 2026, Unggul di Riset dan Industri
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
IAGL ITB Dorong Pemerintah...
IAGL ITB Dorong Pemerintah Gedor Lifting dan Ekosistem Industri Baterai Nikel
Pernah Nyanyikan Lagu...
Pernah Nyanyikan Lagu Erika HMT ITB saat Jadi Ketua Himpunan, Pramono: Tapi, Liriknya Berbeda
Rekomendasi
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Berita Terkini
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved