Dirikan UKM, Tim ITS Olah Limbah Perikanan Menjadi Gelatin
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:29 WIB
loading...
Mahasiswa KKN Abmas ITS tengah memperlihatkan cara kerja alat ke warga setempat. Foto/tangkapan layar laman ITS
A
A
A
JAKARTA - Berkembangnya industri perikanan berimbas pada tingginya limbah yang dihasilkan. Tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian Masyarakat ( KKN Abmas ) ITS pun mendirikan Usaha Kecil Menengah (UKM) Berlian Laut Pact yang memproduksi gelatin dari limbah perikanan bagi masyarakat setempat.
Ketua KKN Abmas ITS Drs Lukman Atmaja menuturkan, jika limbah industri perikanan sebenarnya dapat diolah secara kimia menjadi bahan lain yang memiliki nilai tambah ekonomi yakni gelatin.
Baca juga: Program Kampus Merdeka Berlanjut di 2022, Catat Tanggal Pentingnya
Dia menjelaskan, limbah yang dapat digunakan meliputi ikan tuna, ikan kakap dan ikan laut lain yang cukup diambil tulang serta kulitnya saja. Selain itu, air serta zat asam dan basa juga diperlukan dalam pembuatan gelatin.
“Dalam pengolahannya, diperlukan alat ekstraktor, oven, kulkas, pengukur keasaman, serta alat-alat pembantu seperti ember, timbangan, dan alat penyaring,” papar Lukman melansir laman resmi ITS di its.ac.id, Selasa (11/1/2022).
Menurutnya, masyarakat Pacitan umumnya kerap menyulap limbah menjadi tepung ikan untuk pakan ternak. “Meski prosesnya sederhana, kekurangan produk ini adalah kandungan nutrisi yang tidak begitu besar dan harga yang kurang bersaing dengan pasar,” ungkapnya.
Ketua KKN Abmas ITS Drs Lukman Atmaja menuturkan, jika limbah industri perikanan sebenarnya dapat diolah secara kimia menjadi bahan lain yang memiliki nilai tambah ekonomi yakni gelatin.
Baca juga: Program Kampus Merdeka Berlanjut di 2022, Catat Tanggal Pentingnya
Dia menjelaskan, limbah yang dapat digunakan meliputi ikan tuna, ikan kakap dan ikan laut lain yang cukup diambil tulang serta kulitnya saja. Selain itu, air serta zat asam dan basa juga diperlukan dalam pembuatan gelatin.
“Dalam pengolahannya, diperlukan alat ekstraktor, oven, kulkas, pengukur keasaman, serta alat-alat pembantu seperti ember, timbangan, dan alat penyaring,” papar Lukman melansir laman resmi ITS di its.ac.id, Selasa (11/1/2022).
Menurutnya, masyarakat Pacitan umumnya kerap menyulap limbah menjadi tepung ikan untuk pakan ternak. “Meski prosesnya sederhana, kekurangan produk ini adalah kandungan nutrisi yang tidak begitu besar dan harga yang kurang bersaing dengan pasar,” ungkapnya.
Lihat Juga :