Fakultas Psikologi UGM Beri Rekomendasi Mitigasi Pandemi Covid-19
Selasa, 11 Januari 2022 - 15:02 WIB
loading...
Fakultas Psikologi UGM beri rekomendasi mitigasi pandemi Covid-19, salah satunya terkait pembelajaran tatap muka. Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) merumuskan rekomendasi kebijakan mitigasi pandemi Covid-19 . Rekomendasi kebijakan ini disusun dalam sebuah policy brief
Latar belakang keluarnya rekomendasi ini tak terlepas dari pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air selama 2 tahun terakhir yang berdampak ke semua lini. Begitu pandemi melanda, pemerintah pun membuat terobosan seperti kebijakan terkait kenormalan baru melalui berbagai regulasi. Meski membawa angin segar untuk meredakan kasus Covid-19 namun ada sejumlah dampak negatif dari kenormalan baru itu.
Beberapa studi menunjukkan dampak negatif ini melahirkan perilaku individu yang tidak sehat, seperti kecemasan, kemarahan, kesedihan, efikasi diri lemah, mudah tersulut emosi, kecanduan gadget semakin marak, dan lain-lain.
Baca juga: Dampingi Anak Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi, Orang Tua Harus Siapkan Ini
"Perilaku ini terjadi tidak hanya terjadi di lingkungan kecil keluarga dan interaksi personal, namun juga mencakup komunitas yang lebih besar seperti tempat kerja, sekolah, dan masyarakat umum," ungkap Dosen Fakultas Psikologi UGM Diana Setiyawati, dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Selasa (11/1/2022).
Diana mengatakan, belajar dari pandemi flu Spanyol, bayi-bayi yang dikandung dan dilahirkan pada masa pandemi ditemukan mengalami risiko kesehatan dan disabilitas yang lebih tinggi. Sebab, bayi-bayi tersebut melalui tahap perkembangan krusialnya ketika sistem kesehatan sedang difokuskan pada penanggulangan pandemi. Kondisi tersebut berimbas pada kurangnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan sektor kehidupan lainnya.
Latar belakang keluarnya rekomendasi ini tak terlepas dari pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air selama 2 tahun terakhir yang berdampak ke semua lini. Begitu pandemi melanda, pemerintah pun membuat terobosan seperti kebijakan terkait kenormalan baru melalui berbagai regulasi. Meski membawa angin segar untuk meredakan kasus Covid-19 namun ada sejumlah dampak negatif dari kenormalan baru itu.
Beberapa studi menunjukkan dampak negatif ini melahirkan perilaku individu yang tidak sehat, seperti kecemasan, kemarahan, kesedihan, efikasi diri lemah, mudah tersulut emosi, kecanduan gadget semakin marak, dan lain-lain.
Baca juga: Dampingi Anak Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi, Orang Tua Harus Siapkan Ini
"Perilaku ini terjadi tidak hanya terjadi di lingkungan kecil keluarga dan interaksi personal, namun juga mencakup komunitas yang lebih besar seperti tempat kerja, sekolah, dan masyarakat umum," ungkap Dosen Fakultas Psikologi UGM Diana Setiyawati, dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Selasa (11/1/2022).
Diana mengatakan, belajar dari pandemi flu Spanyol, bayi-bayi yang dikandung dan dilahirkan pada masa pandemi ditemukan mengalami risiko kesehatan dan disabilitas yang lebih tinggi. Sebab, bayi-bayi tersebut melalui tahap perkembangan krusialnya ketika sistem kesehatan sedang difokuskan pada penanggulangan pandemi. Kondisi tersebut berimbas pada kurangnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan sektor kehidupan lainnya.
Lihat Juga :