Hitung Peluang Lolos SNMPTN? Begini Cara Mengukurnya
Jum'at, 28 Januari 2022 - 19:22 WIB
loading...
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Rangkaian proses penerimaan mahasiswa baru di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN ) telah dimulai. Siswa kelas 12 yang ingin mendaftar lewat jalur undangan ini pun perlu memperkirakan bagaimana peluang lolos dengan cara menghitung nilai rapor serta faktor penentu lainnya.
Pada dasarnya, SNMPTN memberikan kesempatan pada siswa kelas 12 yang memiliki prestasi unggul untuk masuk di PTN dan jurusan yang diimpikan. Pemeringkatan siswa kemudian dilakukan sekolah dengan memperhitungkan nilai mata pelajaran per masing-masing jurusan.
Baca juga: Tak Mau Gagal di SNMPTN? Ini 9 Kesalahan yang Harus Dihindari
Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.
Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.
Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing.
SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian.
Baca juga: Ini 8 Sekolah Kedinasan yang Bisa Menjadi Pilihan Melanjutkan Studi
Namun selain rapor, komponen lain seperti sertifikat, portofolio, hingga track record alumni juga menjadi pertimbangan. Melansir dari laman Ruangguru di ruangguru.com, Jumat (28/1/2022), berikut ini gambaran yang perlu diketahui untuk mengukur peluang lolos SNMPTN dengan menghitung nilai rapor dan faktor lainnya berikut ini.
1. Menghitung rata-rata nilai rapor
Dengan menghitung rata-rata nilai rapor, kamu bisa membandingkan nilai rapor kamu dengan nilai rapor alumni yang lolos SNMPTN di tahun-tahun sebelumnya atau peserta SNMPTN lainnya. Hal ini sebagai modal untuk memperkirakan peluang lolos di jurusan dan PTN yang dipilih.
Lalu bagaimana cara menghitungnya? Nilai yang dihitung adalah semua nilai mata pelajaran teori, kecuali mata pelajaran muatan lokal. Namun, jika suatu mata pelajaran hanya ada nilai praktik saja (biasanya untuk SMK), maka anggap nilai praktik sebagai nilai teori. Caranya adalah dengan menjumlahkan nilai semester 1 hingga semester 5 kemudian dibagi 5.
Untuk jenjang SMA dan SMK ada perbedaan dalam cara menghitung nilai rapor sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Lihat detailnya berikut ini.
1. SMA jurusan IPA
Mata pelajaran yang dinilai untuk jurusan IPA adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.
Contoh perhitungan:
Nilai Kimia Aris dari semester 1 sampai 5 adalah:
Kimia: 85+90+92+95+95= 457
Pada dasarnya, SNMPTN memberikan kesempatan pada siswa kelas 12 yang memiliki prestasi unggul untuk masuk di PTN dan jurusan yang diimpikan. Pemeringkatan siswa kemudian dilakukan sekolah dengan memperhitungkan nilai mata pelajaran per masing-masing jurusan.
Baca juga: Tak Mau Gagal di SNMPTN? Ini 9 Kesalahan yang Harus Dihindari
Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.
Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.
Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing.
SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian.
Baca juga: Ini 8 Sekolah Kedinasan yang Bisa Menjadi Pilihan Melanjutkan Studi
Namun selain rapor, komponen lain seperti sertifikat, portofolio, hingga track record alumni juga menjadi pertimbangan. Melansir dari laman Ruangguru di ruangguru.com, Jumat (28/1/2022), berikut ini gambaran yang perlu diketahui untuk mengukur peluang lolos SNMPTN dengan menghitung nilai rapor dan faktor lainnya berikut ini.
1. Menghitung rata-rata nilai rapor
Dengan menghitung rata-rata nilai rapor, kamu bisa membandingkan nilai rapor kamu dengan nilai rapor alumni yang lolos SNMPTN di tahun-tahun sebelumnya atau peserta SNMPTN lainnya. Hal ini sebagai modal untuk memperkirakan peluang lolos di jurusan dan PTN yang dipilih.
Lalu bagaimana cara menghitungnya? Nilai yang dihitung adalah semua nilai mata pelajaran teori, kecuali mata pelajaran muatan lokal. Namun, jika suatu mata pelajaran hanya ada nilai praktik saja (biasanya untuk SMK), maka anggap nilai praktik sebagai nilai teori. Caranya adalah dengan menjumlahkan nilai semester 1 hingga semester 5 kemudian dibagi 5.
Untuk jenjang SMA dan SMK ada perbedaan dalam cara menghitung nilai rapor sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Lihat detailnya berikut ini.
1. SMA jurusan IPA
Mata pelajaran yang dinilai untuk jurusan IPA adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.
Contoh perhitungan:
Nilai Kimia Aris dari semester 1 sampai 5 adalah:
Kimia: 85+90+92+95+95= 457
Lihat Juga :