Keren, Mahasiswa Universitas Pertamina Ubah Limbah Medis Jadi Bed Rumah Sakit
Minggu, 30 Januari 2022 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
Rehob diproses dengan prinsip Ecobricks. Botol-botol PET plastik yang sudah tidak terpakai diisi dengan limbah B3 medis yang sudah didisinfektasi dan dicacah. Botol berisi limbah tersebut kemudian direkatkan satu sama lain dan disusun membentuk kerangka tempat tidur.
Baca juga: Kalian Ingin Daftar Beasiswa LPDP 2022, Ini Syarat dan Cara Mendaftar
“Berdasarkan penelitian terdahulu dan pengamatan tim, ecobrick yang dibuat dengan menggunakan botol berbahan PET ukuran 600 ml, dapat menahan beban hingga 407,89 kilogram, dengan massa rata-rata ecobrick sebesar 262,8 gram dan densitas sebesar 0,44 gr/ml. Sehingga, kerangka Rehob ini aman karena mampu menahan berat badan rata-rata manusia dewasa mencapai 62 hingga 70 kg,” tutur Delfira.
Selain berpotensi mengoptimalkan penanganan limbah B3 medis, inovasi ini sekaligus dapat menangani permasalahan kekurangan tempat tidur di beberapa fasyankes. Berkat ide cemerlangnya, Delfira dan tim memenangkan Juara 2 di ajang Engineering Research and Innovation Competition yang dilaksanakan oleh Universitas Negri Yogyakarta di akhir tahun 2021 lalu.
Dikatakan Arsyad, anggota tim lainnya, kehadiran mata kuliah Pengelolaan B3 dan Limbah B3, serta mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan, banyak menginspirasi tim untuk menyusun gagasan dan menemukan alternatif solusi terbaik. “Selain itu, dukungan dan diskusi yang intens dengan dosen pembimbing kami, Ibu Nova Ulhasanah, juga sangat membantu. Selain merupakan expert di bidang pengelolaan sampah (Waste Management), beliau juga merupakan Ketua Center for Environmental Solution dan Ketua Sub Kelompok Keahlian Manajemen Lingkungan di Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina,” ujar Arsyad.
Baca juga: Kalian Ingin Daftar Beasiswa LPDP 2022, Ini Syarat dan Cara Mendaftar
“Berdasarkan penelitian terdahulu dan pengamatan tim, ecobrick yang dibuat dengan menggunakan botol berbahan PET ukuran 600 ml, dapat menahan beban hingga 407,89 kilogram, dengan massa rata-rata ecobrick sebesar 262,8 gram dan densitas sebesar 0,44 gr/ml. Sehingga, kerangka Rehob ini aman karena mampu menahan berat badan rata-rata manusia dewasa mencapai 62 hingga 70 kg,” tutur Delfira.
Selain berpotensi mengoptimalkan penanganan limbah B3 medis, inovasi ini sekaligus dapat menangani permasalahan kekurangan tempat tidur di beberapa fasyankes. Berkat ide cemerlangnya, Delfira dan tim memenangkan Juara 2 di ajang Engineering Research and Innovation Competition yang dilaksanakan oleh Universitas Negri Yogyakarta di akhir tahun 2021 lalu.
Dikatakan Arsyad, anggota tim lainnya, kehadiran mata kuliah Pengelolaan B3 dan Limbah B3, serta mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan, banyak menginspirasi tim untuk menyusun gagasan dan menemukan alternatif solusi terbaik. “Selain itu, dukungan dan diskusi yang intens dengan dosen pembimbing kami, Ibu Nova Ulhasanah, juga sangat membantu. Selain merupakan expert di bidang pengelolaan sampah (Waste Management), beliau juga merupakan Ketua Center for Environmental Solution dan Ketua Sub Kelompok Keahlian Manajemen Lingkungan di Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina,” ujar Arsyad.
Lihat Juga :