Dorong Evaluasi PTM, MPR: Pendidikan Harus Tetap Berjalan
Senin, 07 Februari 2022 - 07:53 WIB
loading...
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid mendukung langkah pemerintah untuk mengevaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah. Evaluasi penting dilakukan sebab untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, khususnya varian Omicron yang saat ini mewabah.
“Demi kebaikan semua dan melindungi anak-anak sekolah maka sepakat perluya dievaluasi PTM,” kata Jazilul kepada wartawan, Senin (7/2/2022).
Baca juga: Menag: Daerah PPKM Level 2 Dapat Gelar PTM dengan 50% Siswa
Jazilul menjelaskan, dalam evaluasi PTM , masing-masing daerah menerapkan standar yang tidak sama dan disesuaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga, ada daerah yang menutup total, ada juga yang tetap menjalankan PTM dengan kapasitas 50%. Meski PTM dievaluasi, ia mendorong proses pendidikan tetap berjalan.
“Yang masih memberi kapasitas 50%, syukur, yang tutup total harus dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini juga mendorong pendidikan tetap berlangsung, baik dengan pengurangan kapasitas PTM di sekolah, maupun PJJ. Sebab, pendidikan bagi anak-anak sangat penting. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak perlu dibekali untuk menghadapi masa depan.
“Demi kebaikan semua dan melindungi anak-anak sekolah maka sepakat perluya dievaluasi PTM,” kata Jazilul kepada wartawan, Senin (7/2/2022).
Baca juga: Menag: Daerah PPKM Level 2 Dapat Gelar PTM dengan 50% Siswa
Jazilul menjelaskan, dalam evaluasi PTM , masing-masing daerah menerapkan standar yang tidak sama dan disesuaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga, ada daerah yang menutup total, ada juga yang tetap menjalankan PTM dengan kapasitas 50%. Meski PTM dievaluasi, ia mendorong proses pendidikan tetap berjalan.
“Yang masih memberi kapasitas 50%, syukur, yang tutup total harus dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini juga mendorong pendidikan tetap berlangsung, baik dengan pengurangan kapasitas PTM di sekolah, maupun PJJ. Sebab, pendidikan bagi anak-anak sangat penting. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak perlu dibekali untuk menghadapi masa depan.
Lihat Juga :